24 Des 2013

Tv di pesawat, mungkinkah?



Adalah emirates yang melansir penggunaan pesawat televisi secara langsung dipesawat pada awal februari lalu. Maskapai dari uni emirat arab ini menawarkan pada calon penumpangnya empat saluran televisi yang bisa disaksikan secara langsung. Keempat saluran tv tersebut adalah sport24, BBC world news, BBC Arabic dan euronews. Untuk menyiapkan tperangkat penyiaran televisi ini, emirates bekerja sama dengan Panasonic. Siaran langsung tv dipesawat akan bisa digunakan pada tahun 2013 ini.

Sebelumnya emirates juga mempelopori penggunaan handphone GSM dan wi-fi internet dipesawatnya. Handphone GSM bisa digunakan di 98 pesawat emirates yang terdiri dari B777, A330-200, A340-300/500 dan A380. Sedangkan wi-fi bisa digunakan di 32 pesawat. Untuk televisi ini, belum ditentukan berapa pesawat yang akan digunakan. Keempat saluran tv itu dipilih karena dianggap paling digemari oleh penumpang emirates yang mayoritas berasal dari jazirah arab. Sport 24 adalah saluran televisi yang secara regular menayangkan siaran sepak bola liga inggris, bundesliga jerman, balap mobil formula 1 serta siaran olahraga lain seperti tenis dan golf. BBC dan euronews adalah saluran berita yang sangat terkenal didunia. Sedangkan BBC Arabic selalu menyiarkan isu politik serta social budaya di dunia arab.

Untuk sementara, program siaran tv tersebut hanya akan bisa dinikmati di pesawat boeing B777. Rute yang akan diterbangi adalah diseputar timur tengah, eropa, afrika utara dan amerika utara. emirates menyiratkan akan memperluas program ini ke pesawat dan rute lainnya.

Gadget berfrekuensi
            Televisi, seperti halnya handphone, radio, dan internet adalah gadget yang menggunakan frekuensi. Frekuensi ini dipancarkan dari pemancar dan di tangkap oleh penerima. Namun frekuensi juga digunakan oleh pesawat (pilot) untuk berkomunikasi dengan petugas Air Traffic Control (ATC). Aviation safety reporting system (ASRS) dari otoritas penerbangan AS (Federal Aviation Administration) melarang penggunaan handphone karena frekuensinya bersinggungan dengan frekuensi saluran radio yang digunakan pilot. Frekuensi handphone berkisar 100 megahertz sampai 2,7 gigahertz dengan kekuatan 30 milliwats. Sedangkan frekuensi radio yang digunakan oleh pilot dan ATC adalah 118-137 megahertz.

Karena saling bertabrakan, kedua frekuensi itu saling mengganggu. Gangguan yang disebabkan oleh frekuensi handphone itu diantaranya VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar indicator HIS ( Horizontal situation indicator) juga bisa terganggu. Arah terbang bisa melenceng, gangguan system navigasi, gangguan frekuensi komunikasi, gangguan indicator bahan bakar dan gangguan system kemudi otomatis. Namun juga dengan kemajuan teknologi, gangguan frekuensi handphone terhadap frekuensi pesawat bisa diredam.

Peralatan seperti swift64 dan swiftbroadband yang dikembangkan oleh AeroMobile Ltd akan menyambung antena dengan satelit komunikasi Inmarsat dan handphone penumpang. System ini sudah mendapat persetujuan supplemental type certificate (STC) dari otoritas penerbangan eropa (European aviation safety agency/ EASA) dan administration/ FAA). Lalu bagaimana dengan televisi? Sayangnya emirates tidak menjelaskan secara gamblang teknologi yang akan dipakainya. Hanya saja mereka sedikit memberikan bocoran tentang keterlibatan satelit. “proses instalasi tipe satelit komunikasi yang memungkinkan siaran langsung tv dipesawat tidaklah mudah,”ujar executive vice-president of engineering and operation adel al redha.

Panasonic sebenarnya sudah mengembangkan konsep televisi dipesawat sejak awal 2009. Program yang diberi nama exconnect ini diuji cobakan di sebuah pesawat boeing B737 boeing business jet (BBJ). Panasonic menggunakan satelit kuband untuk mendukungnya. Menurut praktisi roland andrie, koneksi tv langsung di pesawat memang bisa dilakukan. “ semua itu pasti dengan bantuan satelit. Dan di pesawat juga akan dipasang antena khusus untuk menyambungkan frekuensi ke satelit,”ujarnya. Dengan antena khusus yang kuat, lanjutnya, transfer data akan lebih kuat dan bisa disebar di seluruh pesawat, mulai dari kokpit sampai kabin.

Beberapa satelit komunikasi sudah bisa meng-cover seluruh permukaan bumi, kecuali kutub utara dan selatan. Dengan demikian, siaran tv tidak akan putus walaupun pesawat melakukan penerbangan jarak jauh. Untuk antisipasi gangguan operational pesawat, menurut roland, pengoperasian siaran tv pasti akan di batasi. Misalnya 10 menit setelah lepas landas hingga 10 menit sebelum mendarat.

Diterima dengan syarat
            Lalu bagaimana dengan Indonesia? Jika menyimak perjalanan kontroversi penggunaan handphone dipesawat, sebetulnya regulasi di Indonesia memperbolehkannya dengan syarat. Syarat tersebut, secara tidak langsung di atur dalam UU no 1 tahun 2009 tentang penerbangan. Diantaranya di pasal 34 ayat 1 yang tertulis: setiap pesawat udara yang dioperasikan wajib memenuhi standard kelaikudaraan. Sedangkan di pasal 53 di sebutkan bahwa setiap orang dilarang menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan pesawat itu sendiri, penumpang dan kargo serta penduduk.

Indonesia memang juga punya peluang untuk mengadopsi atau setidaknya menggunakan teknologi ini. Karena salah satu pesawat B777 emirates juga dipakai untuk menerbangi dubai-jakarta. Siapa tahu pesawat itu nantinya juga dipasangi program tv di pesawat.selain itu, beberapa maskapai di Indonesia juga sudah mulai mendatangkan pesawat-pesawat terbaru. Seperti misalnya garuda yang mendatangkan B737-800 dan B777-300, sriwijaya mendatangkan B737-800, Lion Air mendatangkan B737-800 dan 900ER serta citilink dan Indonesia AirAsia yang mendatangkan A320. Secara teori, pesawat-pesawat baru tersebut bisa di pasangi perangkat tv.

Sayangnya penggunaan frekuensi untuk tujuan komersial seperti televisi di Indonesia, dikenai biaya oleh pemerintah yang masuk dalam penerimaan Negara bukan pajak. Jadi kalau nanti sebuah pesawat menyalakan tv-nya diruang udara Indonesia, operator (maskapainya) juga akan dikenai biaya tersebut. Jika maskapai memilih tidak mau membayar, ya jangan harap mendapatkan siaran tv di pesawat yang beroperasi di Indonesia. (majalah angkasa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar