Adalah
emirates yang melansir penggunaan pesawat televisi secara langsung dipesawat
pada awal februari lalu. Maskapai dari uni emirat arab ini menawarkan pada
calon penumpangnya empat saluran televisi yang bisa disaksikan secara langsung.
Keempat saluran tv tersebut adalah sport24, BBC world news, BBC Arabic dan
euronews. Untuk menyiapkan tperangkat penyiaran televisi ini, emirates bekerja
sama dengan Panasonic. Siaran langsung tv dipesawat akan bisa digunakan pada
tahun 2013 ini.
Sebelumnya
emirates juga mempelopori penggunaan handphone
GSM dan wi-fi internet dipesawatnya. Handphone GSM bisa digunakan di 98
pesawat emirates yang terdiri dari B777, A330-200, A340-300/500 dan A380.
Sedangkan wi-fi bisa digunakan di 32 pesawat. Untuk televisi ini, belum ditentukan
berapa pesawat yang akan digunakan. Keempat saluran tv itu dipilih karena
dianggap paling digemari oleh penumpang emirates yang mayoritas berasal dari
jazirah arab. Sport 24 adalah saluran televisi yang secara regular menayangkan
siaran sepak bola liga inggris, bundesliga jerman, balap mobil formula 1 serta
siaran olahraga lain seperti tenis dan golf. BBC dan euronews adalah saluran
berita yang sangat terkenal didunia. Sedangkan BBC Arabic selalu menyiarkan isu
politik serta social budaya di dunia arab.
Untuk
sementara, program siaran tv tersebut hanya akan bisa dinikmati di pesawat
boeing B777. Rute yang akan diterbangi adalah diseputar timur tengah, eropa,
afrika utara dan amerika utara. emirates menyiratkan akan memperluas program
ini ke pesawat dan rute lainnya.
Gadget
berfrekuensi
Televisi,
seperti halnya handphone, radio, dan internet adalah gadget yang menggunakan
frekuensi. Frekuensi ini dipancarkan dari pemancar dan di tangkap oleh
penerima. Namun frekuensi juga digunakan oleh pesawat (pilot) untuk
berkomunikasi dengan petugas Air Traffic Control (ATC). Aviation safety
reporting system (ASRS) dari otoritas penerbangan AS (Federal Aviation
Administration) melarang penggunaan handphone
karena frekuensinya bersinggungan dengan frekuensi saluran radio yang digunakan
pilot. Frekuensi handphone berkisar 100 megahertz sampai 2,7 gigahertz dengan
kekuatan 30 milliwats. Sedangkan frekuensi radio yang digunakan oleh pilot dan
ATC adalah 118-137 megahertz.
Karena
saling bertabrakan, kedua frekuensi itu saling mengganggu. Gangguan yang
disebabkan oleh frekuensi handphone itu diantaranya VOR (VHF Omnidirectional
Receiver) tak terdengar indicator HIS ( Horizontal situation indicator) juga
bisa terganggu. Arah terbang bisa melenceng, gangguan system navigasi, gangguan
frekuensi komunikasi, gangguan indicator bahan bakar dan gangguan system kemudi
otomatis. Namun juga dengan kemajuan teknologi, gangguan frekuensi handphone terhadap frekuensi pesawat
bisa diredam.
Peralatan
seperti swift64 dan swiftbroadband yang dikembangkan oleh AeroMobile Ltd akan
menyambung antena dengan satelit komunikasi Inmarsat dan handphone penumpang.
System ini sudah mendapat persetujuan supplemental
type certificate (STC) dari otoritas penerbangan eropa (European aviation
safety agency/ EASA) dan administration/ FAA). Lalu bagaimana dengan televisi?
Sayangnya emirates tidak menjelaskan secara gamblang teknologi yang akan
dipakainya. Hanya saja mereka sedikit memberikan bocoran tentang keterlibatan
satelit. “proses instalasi tipe satelit komunikasi yang memungkinkan siaran
langsung tv dipesawat tidaklah mudah,”ujar executive
vice-president of engineering and operation adel al redha.
Panasonic
sebenarnya sudah mengembangkan konsep televisi dipesawat sejak awal 2009.
Program yang diberi nama exconnect ini diuji cobakan di sebuah pesawat boeing
B737 boeing business jet (BBJ). Panasonic menggunakan satelit kuband untuk
mendukungnya. Menurut praktisi roland andrie, koneksi tv langsung di pesawat
memang bisa dilakukan. “ semua itu pasti dengan bantuan satelit. Dan di pesawat
juga akan dipasang antena khusus untuk menyambungkan frekuensi ke
satelit,”ujarnya. Dengan antena khusus yang kuat, lanjutnya, transfer data akan
lebih kuat dan bisa disebar di seluruh pesawat, mulai dari kokpit sampai kabin.
Beberapa
satelit komunikasi sudah bisa meng-cover seluruh permukaan bumi, kecuali kutub
utara dan selatan. Dengan demikian, siaran tv tidak akan putus walaupun pesawat
melakukan penerbangan jarak jauh. Untuk antisipasi gangguan operational
pesawat, menurut roland, pengoperasian siaran tv pasti akan di batasi. Misalnya
10 menit setelah lepas landas hingga 10 menit sebelum mendarat.
Diterima
dengan syarat
Lalu bagaimana
dengan Indonesia? Jika menyimak perjalanan kontroversi penggunaan handphone dipesawat, sebetulnya regulasi
di Indonesia memperbolehkannya dengan syarat. Syarat tersebut, secara tidak
langsung di atur dalam UU no 1 tahun 2009 tentang penerbangan. Diantaranya di
pasal 34 ayat 1 yang tertulis: setiap pesawat udara yang dioperasikan wajib memenuhi
standard kelaikudaraan. Sedangkan di pasal 53 di sebutkan bahwa setiap orang
dilarang menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan
keselamatan pesawat itu sendiri, penumpang dan kargo serta penduduk.
Indonesia
memang juga punya peluang untuk mengadopsi atau setidaknya menggunakan
teknologi ini. Karena salah satu pesawat B777 emirates juga dipakai untuk
menerbangi dubai-jakarta. Siapa tahu pesawat itu nantinya juga dipasangi
program tv di pesawat.selain itu, beberapa maskapai di Indonesia juga sudah
mulai mendatangkan pesawat-pesawat terbaru. Seperti misalnya garuda yang
mendatangkan B737-800 dan B777-300, sriwijaya mendatangkan B737-800, Lion Air
mendatangkan B737-800 dan 900ER serta citilink dan Indonesia AirAsia yang mendatangkan
A320. Secara teori, pesawat-pesawat baru tersebut bisa di pasangi perangkat tv.
Sayangnya
penggunaan frekuensi untuk tujuan komersial seperti televisi di Indonesia,
dikenai biaya oleh pemerintah yang masuk dalam penerimaan Negara bukan pajak.
Jadi kalau nanti sebuah pesawat menyalakan tv-nya diruang udara Indonesia,
operator (maskapainya) juga akan dikenai biaya tersebut. Jika maskapai memilih
tidak mau membayar, ya jangan harap mendapatkan siaran tv di pesawat yang
beroperasi di Indonesia. (majalah angkasa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar