5 Des 2013

siapkah koperasi menghadapi era globalisasi?



Teknologi memberi manfaat besar bagi perkembangan hidup manusia, terlebih pada zaman sekarang ini. Sekarang manusia layaknya diasingkan jika ia tidak menggunakan teknologi. Lalu kebutuhan manusia untuk tidak sendiri mengakibatkan ia perlu berinteraksi antar manusia, dan dengan bantuan teknologi proses interaksi semakin cepat. Proses inilah yang melahirkan istilah “Globalisasi”, yang memiliki arti yaitu keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Peluang dan Tantangan Koperasi Menghadapi Globalisasi
Tantangan koperasi dalam menghadapi globalisasi antara lain:
1)   Keterbatasan informasi pasar dan teknologi, dalam mengatasi hal ini perlu diadakan pendidikan tentang pemanfaatan teknologi dalam pemasaran maupun pengembangan koperasi dibidang lainnya, karena jika tidak koperasi akan sangat sulit berkembang apalagi untuk bersaing dalam era globalisasi saat ini.

2)    Kendala dalam akses permodalan, kendala ini sangatlah mendasar karena hampir setiap koperasi bermasalah dalam hal ini. Namun jika koperasi dapat memanfaatkan segala sumber ekonomi yang ada secara efektif dan efisien maka hal ini perlahan akan menutupi segala kekurangan yang ada.

3)  Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang relatif rendah disebabkan faktor budaya yang membatasi ruang geraknya dalam berorganisasi. Kesadaran masyarakat dalam berkoperasi sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan ekonomi koperasi yang siap bersaing dalam era globalisasi, untuk itu perlu diadakan sosialisasi dalam rangka pengembangan sosial masyarakat dalam menghadapi perbedaan budaya dalam globalisasi.

4)  Belum dikenalnya keberadaan koperasi dikalangan masyarakat merupakan masalah besar yang menjadi salah satu penyebab sulitnya koperasi berkembang di indonesia, untuk itu pemerintah maupun masyarakat harus mulai menyadari pentingnya koperasi dalam perekonomian di Indonesia.

Peluang koperasi dalam menghadapi globalisasi :
1)      Tingginya komitmen dan dukungan politik masyarakat, Pemerintah Daerah dan Lembaga legistatif terhadap pembangunan ekonomi rakyat sebagai pelaku utama datam perekonomian nasional dan domestik merupakan titik terang dalam perkembangan koperasi saat ini.

2) Prospek kemajuan terbuka lebar karena krisis ekonomi yang telah pulih akibat krisis berkepanjangan. Pemerintah perlu menciptakan kesadaran masyarakat untuk ikut membangun perekonomian Indonesia melalui usaha kecil menengah dan koperasi

3)   Stabilitas potitik dan keamanan yang relatif aman dan terjaga  diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan keanekaragaman pola permintaan masyarakat.

4)   Jumlah penduduk yang sangat besar, berarti pasar dalam negeri akan berkembang lebih besar sehingga memberi peluang untuk menumbuhkan usaha nasional.

5)  Pemerintah telah menetapkan arah pembangunan dengan penekanan pada pendidikan yang diharapkan semakin Link and match dengan tantangan persaingan tenaga kerja dan penciptaan wirausaha baru.

Dalam globalisasi koperasi juga dituntut untuk mengoptimalkan potensi ekonominya serta berkemampuan untuk bekerjasama, saling menghargai, menghormati antar koperasi dan seluruh unit ekonomi lainnya dengan tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah. Berikut adalah upaya yang perlu dilakukan untuk memajukan koperasi:
Ø    Karakter bisnis koperasi harus lebih diperkuat dengan adanya program pendidikan dan sosialisasi yang menjadi bagian dalam berorganisasi dan praktek bisnis koperasi. Pendidikan dan sosialisasi dibutuhkan untuk merubah pemikiran, meningkatkan kualitas dan kompetensi, manajerial dan bagaimana membangun jaringan serta memperkenalkan citra koperasi.
Ø Lembaga pendampingan seperti BDS/LPB dan inkubator perlu diberdayakan kembali oleh pemerintah, sehingga mampu menjalankan perannya sebagai tenaga konsultan yang sangat dibutuhkan UKM dan Koperasi dalam rangka prengembangan kapabalitas usaha koperasi agar bertahan globalisasi



Koperasi dan usaha kecil menengah sesungguhnya merupakan penggerak perekonomian nasional yang paling efektif jika dilihat dari rendahnya impor yang dilakukan oleh organisasi, dan keterkaitan antar sektor yang relatif tinggi. Koperasi pada umumnya bergerak di sektor padat karya dengan investasi/permodalan relatif rendah, ICOR rendah, dan waktu yang singkat, sehingga upaya mendorong pertumbuhan relatif lebih mudah dan lebih cepat. Seiring dengan itu, telah terjadi perubahan struktur pelaku ekonomi dari pertanian ke agrobisnis, yang diharapkan akan dapat memacu dan meningkatan produktivitas usaha dan permodalan koperasi. Kondisi ini diharapkan akan memacu peluang bagi usaha koperasi dan usaha kecil menengah terutama di bidang agrobisnis, agroindustri, kerajinan industri, dan industri-industri lainnya sebagai pelaku sub kontraktor yang kuat dan efisien bagi usaha besar.

Di bidang permodalan, pengembangan potensi masih terbuka luas, untuk menjadikan LKM sebagai kekuatan pembiayaan bagi usaha mikro. Selain telah disalurkannya skema kredit dan Pemerintah, juga tersedia plafon kredit yang besar di lembaga keuangan bank dan non bank.
Berlakunya globalisasi ekonomi, serta makin pesatnya kerjasama ekonomi antar negara terutama dalam konteks ASEAN dan APEC, akan menciptakan peluang baru bagi koperasi dan usaha kecil menengah, sehingga dapat meningkatkan peranannya sebagai penggerak utama pertumbuhan industri manufaktur dan kerajinan, agroindustri, ekspor non migas, dan penciptaan lapangan kerja baru.

            Sebetulnya koperasi siap atau tidak siap harus siap dalam menghadapi era globalisasi. Karena tidak dapat dipungkiri semakin berkembangnya zaman, negara pun harus ikut berkembang. Jika negara berkembang maka sektor ekonomi akan lebih berkembang. Kesiapan koperasi sebetulnya sudah terlihat dari dukungan pemerintah yang memberdayakan UKM, serta koperasi pun mulai membenahi kekurangan yang menghambat berkambangnya koperasi. Para pengurus koperasi seharusnya memiliki jiwa interpreneurship, karena dengan begitu koperasi selalu berinovasi dan out of box tetapi tidak meninggalkan konsep awal dari keutuhan koperasi.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar