Dunia fana, tidaklah
abadi. Tetapi banyak manusia yang sibuk berlomba-lomba untuk mengurusi dunia.
Mereka lupa bahwa ada dunia yang lebih abadi yaitu akhirat. Manusia diberikan
kesempatan hidup oleh allah SWT di dunia dengan tujuan bertaqwa dan beribadah kepadanya
sebagai bekal saat kita menghadapi hari dimana kita di minta pertanggung
jawaban.
Manusia terlena
dengan kehidupan dunia, sibuk memperkaya diri dan mengejar jabatan. harta dan
jabatan tidak akan kita bawa ke akhirat. Bekal kita hanya amalan kita di dunia.
Allah SWT mengatakan bahwa ibadah dan amalan yang kita kerjakan akan kembali
lagi ke kita. Hidup dan mati kita ditentukan oleh allah SWT tetapi kenapa kita
tidak takut dan tidak ragu-ragu untuk melanggar ketentuan allah SWT.
Banyak contoh bangsa-bangsa
dijaman nabi yang di azab allah karena terlalu takabur dan sombong. Kini,
harusnya kita sadar bahwa sakit, kesulitan atau mungkin bencana adalah
peringatan allah SWT untuk kita. Tidak takutkah jika suatu saat allah SWT akan
benar-benar menurunkan azab yang manusia tidak akan bisa menahannya. Dalam
al-Quran juga banyak surat-surat yang menyinggung tentang azab dan kehancuran
yang sewaktu-waktu datang.
Allah SWT maha
pengampun, marilah kita semua bangun dan sadar bahwa hidup dan mati bukan kita
yang tentukan. Kita hanya sementara di dunia sebelum semuanya menjadi
terlambat, segeralah meminta ampunan dan kembali kejalannya. Saat nafas kita
sampai di tenggorokan ketika kita sakaratul maut. Maka saa itu, ampunan tidak
akan di terima. Ampunan allah SWT maha luas, jika kita bersungguh-sungguh
meminta ampun, bertobat dan kembali ke jalannya. Insya allah kita termasuk
golongan yang dirahmati dan dimasukkan ke surga. Aamiin yaa rabbal’alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar