Menjalin hubungan dengan
rekan kerja merupakan topic yang pantas untuk dikemukakan. Hubungan dengan
rekan sekerja dalam suatu organisasi apapun bentuknya merupakan aspek yang akan mempengaruhi keharmonisan,
solidaritas, berfungsinya organisasi tersebut bahkan dalam rangka membangun
suatu teamwork yang produktif guna pencapaian tujuan organisasi. Perlu disadari
sepenuhnya bahwa keberadaan dirinya adalah bagian dari suatu teamwork, bagian
dari satu kelompok yang terorganisir. Untuk itu suatu organisasi yang
menempatkan personel sesuai dengan struktur organisasinya (serta kompetensi),
dengan harapan bahwa mereka yang ditempatkan dapat saling berhubungan (membina
hubungan kearah yang lebih baik).
Ada beberapa pedoman
yang kiranya dapat dijadikan pegangan untuk menjawab agar hubungan atau relasi
dengan rekan sekerja dapat terjalin dengan baik.
pertama adalah menjadi anggota kelompok
(organisasi) yang baik. Untuk menjadi anggota kelompok yang baik adalah dengan
mengedepankan kejujuran dalam setiap perilaku manakala menjalin hubungan dengan
atasan, bawahan maupun teman yang sederajat. Rekan sekerja akan menerima kita
apabila kejujuran diperhatikan secara nyata.
Mengakui keberadaan rekan sekerja,
mengakui keterampilan dan kemampuannya sekaligus memahami kelemahannya secara
jujur akan membuat rekan kerja kita menghargai dan menghormati diri kita
sendiri. Tergantung situasi dan kondisi bila kita akan mengungkapkan pengakuan
akan hal tersebut, mungkin tidak perlu diucapkan bila menimbulkan kesan
berlebihan. Tetapi pada saat-saat tertentu melontarkan pujian manakala rekan
sekerja kita dapat memecahkan persoalan yang rumit dan kompleks sehingga yang
bersangkutan merasa senang dan merasa kita memberikan penilaian yang jujur.
Sebaliknya akui kesalahan secara jujur
dan terbuka manakala kita gagal atau tidak berhasil dalam melaksanakan suatu
pekerjaan .akan lebih baik sesegera mungkin mengakui kesalahan dan kekeliruan
terutama bila terkait dengan teman sekerja, karena hal itu tidak akan
meruntuhkan keberadaan diri kita, bahkan mungkin akan menghargai sekaligus
menghormati diri kita. Dengan bersikap jujur , pekerjaan relative akan lancer
sehingga memungkinkan terciptanya kerja sama yang makin padu.
Kedua, mengelola persaingan dengan rekan
sekerja secara bijaksana. Hubungan dengan rekan sekerja biasanya tidak luput
dari persaingan yang umumnya berkaitan erat dengan ketidakpuasan baik yang
menyangkut jenjang karir, kesejahteraan dan lain sebagainya. Apabila hal ini
tidak disikapi dengan bijaksana, penuh pengertian dan dihadapi dengan berfikir
yang jernih (logis dan realistis) dapat menimbulkan perilaku yang kurang baik
diantara rekan sekerja.
Tidak jarang muncul berita yang
diragukan kebenarannya, mencela orang lain dan lain sebagainya. Kadangkala kita
menghadapi rekan sekerja yang senang menebar gosip terutama pada saat kita
sedang serius menghadapi suatu perkerjaan. Bahasa tubuh merupakan salah satu
jawaban untuk menyatakan bahwa kita tidak senang dan tidak mau diganggu,
misalnya dengan tidak banyak memberikan tanggapan, mata tertuju pada tumpukan
map atau komputer, mengajak keluar ruangan dan lain sebagainya.
Ketiga, selalu berpijak kepada tatakrama serta
budaya yang berlaku. Apakah perilaku kita sesuai atau tidak, baik atau tidak
sering kali dilihat sejauh mana sejalan dengan tatakrama serta budaya yang
berlaku dalam lingkungan atau organisasi dimana kita bekerja. Kalau
diperhatikan lebih seksama tatakrama dan budaya tiap organisasi secara spesifik
ada perbedaan sesuai dengan kebiasaan cara berprilaku anggota kelompok maupun tuntunan
dari organisasi dimana kita berada.
Kecepatan dan kesesuian perilaku kita
sesuai dengan aturan (nilai dan norma) serta kebiasaan yang berlaku akan
memudahkan siapapun juga untuk menjalin hubungan yang lebih inten dan bermakna.
Ketidaksesuaian akan hal tersebut dapat mempengaruhi kedalaman dan kelancaran
kerja sama sehingga akan mempengaruhi jalannnya roda organisasi.
Kekompakan atau kerja
sama merupakan kata kunci dalam hubungan dengan rekan kerja. Mengapa masalah
kekompakan perlu untuk diperhatikan dalam proses bekerja. Cukup beralasan
mengingat hampir keseluruhan dalam alur kerja tidak hanya dapat dilaksanakan
atau diselesaikan oleh satu orang saja. Maka dari itu pula agar menjadi kompak
harus membina hubungan yang baik dengan rekan sekerja kita. Terlebih lagi rekan
sekerja pula lah yang bersama dengan kita hampir sepanjang waktu dan setiap
hari kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar