29 Nov 2013

ruqyah: mengobati dari gangguan jin

                Ruqyah adalah membacakan sesuatu pada orang yang sakit, bisa jadi karena terkena ‘ain (mata hasad), sengatan, sihir, racun, rasa sakit, sedih, gila, kerasukan, dan lainnya. di dalam islam ruqyah adalah diperbolehkan, sepanjang bacaan ruqyah tersebut tidak mengandung syirik atau menyekutukan allah. Ruqyah dengan bacaan al-quran merupakan suatu hal yang sangat positif, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh rasulullah, para sahabat, tabi’in, dan para salafus salih.
Sebagaimana dinukil dari Fathul Majid, Imam As Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga syarat:
1.      Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah.
2.      Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna.
3.    Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari zat ruqyah itu sendiri.

Berhati-hatilah mengobati gangguan jin kepada orang yang tidak jelas ilmunya, juga tidak jelas keimanannya kepada allah azza wa jalla. Karena boleh jadi dia mampu mengobati penyakit santet, teluh, kesurupan, dan gangguan jin lainnya, tetapi dengan menggunakan kekuatan sihir. Sementara kita tahu, bahwa penggunaan sihir untuk pengobatan merupakan sesuatu yang diharamkan oleh syariat. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa beliau mendengar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
Sesungguhnya mantera-mantera, jimat-jimat dan pelet adalah syirik” (HR. Abu Daud no. 3883, Ibnu Majah no. 3530 dan Ahmad 1: 381. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hadits ini menunjukkan bahwa ada jampi-jampi atau mantera-mantera yang mengandung kesyirikan. Namun tidak semuanya demikian.

            Keberhasilan seorang peruqyah dalam mengobati penyakit gangguan jin, ditentukan oleh beberapa factor diantaranya :
Pertama, factor mu’alij peruqyah. Orang yang mengobati penyakit gaib ini harus  benar-benar ahli dibidangnya. Ia mempunyai keimanan yang kuat, ilmu yang mendalam, dan rajin beribadah. Orang biasa bisa berhasil, tetapi tidak secepat mu’alij yang professional. Oleh sebab itu, bagi orang yang belum berpengalaman, hendaknya tidak cepat-cepat merasa putus asa. Cobalah terus dengan mengulang bacaan-bacaan ruqyah ini kepada pasiennya, sampai benar-benar berhasil. Ikhlaskan hati, perbanyak zikir, dan khusyu’ beribadah kepada allah azza wa jalla. Insya allah, jalan kemudahan akan didapatkan.

Kedua, factor orang yang diruqyah. Factor ini menentukan cepat atau lambatnya penyembuhan terapi ruqyah. Pasien yang berjiwa optimisme dan bertekad baja untuk melepaskan dirinya dari gangguan jin jahat, akan mempercepat proses penyembuhan. Begitu juga, pasien yang semakin rajin beribadah, maka sangat membantu hilangnya gangguan gaib pada dirinya.

Ketiga, factor ganguan. Besar kecilnya gangguan jin jahat pada diri seorang pasien, sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Ada pasien yang cepat sembuh, karena gangguannya ringan. Akan tetapi ada pula pasien yang lama dan lambat sekali disembuhkannya, karena gangguannya termasuk kategori berat. Dalam kasus seperti ini, ahli ruqyah harus memberikan terapi berulang-ulang. Dengan mengharap kekuatan dari allah azza wa jalla, insya allah penyakit dan gangguan dalam diri pasien akan segera lenyap.

Jadi untuk kalian yang ingin di ruqyah itu diperbolehkan oleh islam dan ada beberapa macam bacaan ruqyah yang dikenal dalam terapi gangguan jin. Semuanya adalah sangat baik dan positif, karena berasal dari kalam allah, yaitu dari al-quran al-karim. Kemudian suatu hal yang perlu diperhatikan bagi orang yang melakukan terapi ruqyah, agar sebelum meruqyah ia dalam keadaan suci, yaitu dengan berwudhu. Bila pasiennya wanita, harus didampingi oleh muhrimnya untuk menghindari fitnah.

Reff :
~panduan zikir & doa~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar