Hakikat beladiri
Beladiri
sebagai olahraga yang dipertandingkan berbeda dengan beladiri untuk
mempertahankan diri ketika seseorang menghadapi serangan atau perkelahian di
jalan raya, di lapangan terbuka, atau dimana saja sekalipun kedua beladiri itu
memiliki teknik yang sama. Beladiri sebagai olahraga yang dipertandingkan
terdapat aturan permainan, dan disediakan hakim, juri, untuk mengawasi dan
menilai jalannya pertandingan itu, sehingga luka-luka, cidera, atau akibat
fatal lainnya dalam suatu pertandingan olahraga beladiri dapat dihindari dan
diperkecil.
Akan
tetapi, beladiri untuk suatu perkelahian atau untuk mempertahankan diri
terhadap serangan lawan tidak memiliki aturan-aturan. Setiap orang yang
terlibat dalam perkelahian akan berusaha melukai, menyakiti, melumpuhkan dan
bahkan membunuh lawannya secepat mungkin dengan segala macam cara. Dalam keadaan
seperti itu factor stamina, factor pengalaman, factor keberanian, dan teknik
beladiri seseorang dalam berbagai segi sangat menentukan menjadi pemenang dalam
perkelahian itu.
Ju-jitsu sebagai olahraga beladiri yang dipertandingkan
Ju-jitsu
atau ju-jutsu atau yuyutsu sudah berkembang dalam masyarakat Indonesia sekitar hampir
20 tahunan, namun sepanjang kehadirannya tersebut masih banyak masyarakat yang
belum mengetahui sehingga sering dipertanyakan “apa sih ju-jitsu itu ?”
Ju-jitsu
adalah sejenis olahraga beladiri tangan kosong asal jepang yang telah
berkembang selama 13 abad. ju-jitsu dapat diartikan menurut dua suku kata yakni
ju berarti gentle atau lemah
lembut dan jitsu bararti art atau
seni, sehingga dapat dikatakan bahwa ju-jitsu merupakan suatu seni beladiri yang
penuh dengan kelemah lembutan.
Institut
ju-jitsu Indonesia pada bulan oktober 1998 telah resmi menjadi anggota organisasi
ju-jitsu dunia atau “world council of
ju-jitsu organisation” (WCJJO) mewakili Indonesia bersama beberapa Negara antar lain : inggris, kanada, USA, argentina, Australia,
Israel, selandia baru, channel island, wales, irlandia, skotlandia, india,
german, belanda dan moritius. WCJJO bermarkas di London inggris, dengan seorang
presidennya bernama prof. colin withaker berkebangsaan inggris dan wakilnya
prof. steve hermania berkebangsaan selandia baru.
Olahraga
beladiri ju-jitsu muncul untuk pertama kali pada awal 60-an dan menjadi cikal
bakal atau embrio dimulainya penyelenggaraan kejuaraan ju-jitsu internasional
pada pertengahan tahun 1970 untuk pertama kali di hawai, amerika serikat. Dari sana
kemudian diselenggarakan berturut-turut di London (1986), Brisbane, Australia (1988),
Winston salem, carolina utara, USA (1990), mar del plate, argentina (1992), dan
Auckland selandia baru (1995) reno Nevada AS (1998), jersey, channel island
(2000), Toronto, kanada (2003).
Olahraga
beladiri satu ini mengajarkan berbagai kebaikan seperti kedisiplinan, tradisi,
kehormatan, rendah hati, dan saling menghormati sesuai dengan kode etik seorang
ksatria ju-jitsu (bushido). Olahraga seladiri ju-jitsu modern lebih praktis
ditafsirkan sebagai suatu reaksi aktif dalam membela diri oleh seseorang terhadap
berbagai serangan lawan dan semaksimal mungkin digunakan olahraga rekreasi bagi
kebanyakan orang. Jenis pertandingan olahraga beladiri ju-jitsu ini terdiri
atas tiga jenis pertandingan, yaitu pertandngan komite, ko-budo (suatu
pertandingan dengan gerakan teknik yang diatur sedemikian rupa tanpa melakukan
serangan balasan), dan pertarungan diatas matras (randori lantai).
Pertandingan
komite bebas (khusus untuk tingkatan ju-jitsu sabuk hitam) dikategorikan
sebagai pertandingan professional yaitu jenis pertandingan antarmaster (sabuk
hitam). Pertandingannya sendiri lebih mengandalkan fisik, mental, dan kemampuan
teknik yang baik. Selanjutnya jenis pertandingan ju-jitsu untuk sabuk berwarna
yang dikategorikan untuk kejuaraan ju-jitsu amatir. Dan sesuai sebutannya, pada
pertandingan ini pemain lebih mengutamakan membela diri dari suatu serangan
lawan yang diatur tanpa melalui serangan balasan (ko-budo).
Jenis
pertarungan diatas matras ini hampir mirip dengan pertarungan gulat dengan satu
atau dua lutut menyentuh matras, namun yang mampu bertahan sampai waktu
pertandingan selesai, dinyatakan sebagai pemenang.
beladiri
ju-jitsu bukan hanya beladiri semata tapi ju-jitsu mengajarkan kebaikan kepada
semua siswa dan siswi ju-jitsu supaya disiplin, santun, saling menghormati,
saling menghargai, saling menyayangi, dan saling membantu untuk kebajikan. Beriman
kepada tuhan YME dan mempelajari ilmu ju-jitsu demi kemanusiaan, sehingga tidak
ada sedikitpun terlintas untuk membusungkan dada sebagai tanda kesombongan atas
yang lainnya, selalu membela yang lemah dan berdiri dipihak yang benar, selain
itu ju-jitsu digunakan hanya dalam keadaan terpaksa.
Reff
: buku inti dasar gerakan
ju-jitsu (heru nurcahyo & ali akbar hehaitu)
INTI DASAR GERAKAN JUJITSU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar