14 Nov 2013

infrastruktur tekhnologi informasi



                Jaman semakin modern begitu juga dengan perangkat teknologi yang digunakan juga semakin canggih. Era saat ini dikenal dengan istilah teknologi informasi atau TI yang berdampak pada semakin mudahnya pekerjaan dan kehidupan manusia. Penyampaian informasi yang cepat dan mudah diakses menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Tolak ukur diinstansi pemerintah maupun swastajuga diukur dari mudah dan cepatnya pelayanan yang diberikan bagi pelanggan. Dalam hal ini teknologi informasilah yang memiliki peran penting. Oleh karena itu dalam setiap perusahaan memiliki sebuah divisi yang memang mengelola teknologi informasi perusahaan.

            Banyak orang yang tidak paham apa itu teknologi informasi. Mereka hanya sebatas mengenal teknlogi informasi yang berhubungan dengan computer atau jaringan kabel. Sebetulnya infrastruktur TI tidak hanya sebatas fisik saja. Pendiri Microsoft, bill gates dalam bukunya yang berjudul “bisnis @ speedof thought”, mengungkapkan bahwa infrastruktur TI dapat dianalogikan seperti system saraf yang ada didalam tubuh kita. System saraf kita seperti juga infrastruktur TI diperlukan untuk mengambil dan mengirim informasi atau data yang diperlukan untuk merumuskan rencana, berfikir dan mengambil sebuah tindakkan.

            Infrastruktur TI mengambil peranan yang penting dalam perkembangan teknologi, meskipun bersifat kasat mata namun setiap organisasi atau perorangan memahami pembangunan infrastruktur IT sebagai salah satu sumber berkesinambungan untuk keunggulan kompetitif organisasi. Sesungguhnya ini bukan pekerjaan yang mudah.  Pembangunan infrastruktur TI selain memerlukan pengetahuan desain dan konfigurasi yang rumit, didalamnya juga mengandung berbagai hal yang “non-fisik”, seperti kemajuan pengetahuan tentang TI, SOP dan interaksi manusia dengan computer. Selain memerlukan fisik penunjang TI juga dibutuhkan SDM yang berkualitas dan memiliki kemampuan dalam bidang TI. 

Ada 7 komponen utama dalam infrastruktur yang harus diperhatikan yaitu :
1.      Design / topologi  infrastruktur yang baik
Selain telah memuat link seluruh proses secara teratur dan rapi namun juga memperhatikan kemajuan TI (system dan peralatannya) sehingga tidak ada bongkar pasang infrastruktur jika hendak memasang perangkat atau system baru.
2.      Perangkat keras (hardware)
Terdiri dari perangkat computer seperti PC, laptop, server. Lalu ada perangkat bergerak seperti ipad dan hp. Perangkat jaringan yang meliputi firewall, coreswitch, router, hub dlsb. Perangkat daya listrik : UPS, genset, pengatur arus listrik dlsb. Terakhir adalah perangkat kabel seperti fiber optic, kabel LAN.
3.      Perangkat lunak (software)
Seperti : windows, linux, mac dlsb, serta setting dan konfigurasi diperangkat jaringan (firewall, coreswitch dlsb)
4.      Penyimpanan dan backup data
Storage (penyimpan data), mirror system : menyediakan backup sistem yang real time, tape backup system : proses backup melalui tape. Dan DRC (disaster recovery center) : membuat infrastruktur kedua yang dapat beroperasi seketika pada saat data center pertama mengalami bencana.
5.      Pengamanan (security)
Seluruh computer dan server terhubung ke dalam LAN dan bahkan kejaringan luar, adalah suatu tindakan yang bijak jika kita melengkapi dengan aplikasi pengamanan yang handal seperti : aplikasi firewall, server anti virus dan sourcefire ( aplikasi yang mencegah serangan dari hacker / penyusup).
6.      Dashboard dan monitoring
Diperlukan sebuah perangkat / aplikasi yang dapat memonitoring seluruh proses yang terjadi dijaringan dan menuangkannya dalam bentuk dashboard yang mudah dimengerti sehingga kita dapat melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi hambatan di jaringan.
7.      Layanan dan konsultasi
Infrastruktur  jaringan yang luas membuat link kebanyak pihak ketiga yang terkait misalnya : internet service provider, Telkom, mitra kerja, dlsb. Diperlukan komunikasi yang terus menerus agar jaringan tetap berjalan secara optimal.

Reff : ~suhendri yanto~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar