Jaman semakin modern
begitu juga dengan perangkat teknologi yang digunakan juga semakin canggih. Era
saat ini dikenal dengan istilah teknologi informasi atau TI yang berdampak pada
semakin mudahnya pekerjaan dan kehidupan manusia. Penyampaian informasi yang
cepat dan mudah diakses menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Tolak ukur
diinstansi pemerintah maupun swastajuga diukur dari mudah dan cepatnya
pelayanan yang diberikan bagi pelanggan. Dalam hal ini teknologi informasilah
yang memiliki peran penting. Oleh karena itu dalam setiap perusahaan memiliki
sebuah divisi yang memang mengelola teknologi informasi perusahaan.
Banyak orang yang tidak paham apa
itu teknologi informasi. Mereka hanya sebatas mengenal teknlogi informasi yang
berhubungan dengan computer atau jaringan kabel. Sebetulnya infrastruktur TI
tidak hanya sebatas fisik saja. Pendiri Microsoft, bill gates dalam bukunya
yang berjudul “bisnis @ speedof thought”, mengungkapkan bahwa infrastruktur TI
dapat dianalogikan seperti system saraf yang ada didalam tubuh kita. System
saraf kita seperti juga infrastruktur TI diperlukan untuk mengambil dan
mengirim informasi atau data yang diperlukan untuk merumuskan rencana, berfikir
dan mengambil sebuah tindakkan.
Infrastruktur TI mengambil peranan
yang penting dalam perkembangan teknologi, meskipun bersifat kasat mata namun
setiap organisasi atau perorangan memahami pembangunan infrastruktur IT sebagai
salah satu sumber berkesinambungan untuk keunggulan kompetitif organisasi.
Sesungguhnya ini bukan pekerjaan yang mudah.
Pembangunan infrastruktur TI selain memerlukan pengetahuan desain dan
konfigurasi yang rumit, didalamnya juga mengandung berbagai hal yang
“non-fisik”, seperti kemajuan pengetahuan tentang TI, SOP dan interaksi manusia
dengan computer. Selain memerlukan fisik penunjang TI juga dibutuhkan SDM yang
berkualitas dan memiliki kemampuan dalam bidang TI.
Ada
7 komponen utama dalam infrastruktur yang harus diperhatikan yaitu :
1.
Design
/ topologi infrastruktur yang baik
Selain
telah memuat link seluruh proses secara teratur dan rapi namun juga
memperhatikan kemajuan TI (system dan peralatannya) sehingga tidak ada bongkar
pasang infrastruktur jika hendak memasang perangkat atau system baru.
2.
Perangkat
keras (hardware)
Terdiri
dari perangkat computer seperti PC, laptop, server. Lalu ada perangkat bergerak
seperti ipad dan hp. Perangkat jaringan yang meliputi firewall, coreswitch,
router, hub dlsb. Perangkat daya listrik : UPS, genset, pengatur arus listrik
dlsb. Terakhir adalah perangkat kabel seperti fiber optic, kabel LAN.
3.
Perangkat
lunak (software)
Seperti
: windows, linux, mac dlsb, serta setting dan konfigurasi diperangkat jaringan
(firewall, coreswitch dlsb)
4.
Penyimpanan
dan backup data
Storage
(penyimpan data), mirror system : menyediakan backup sistem yang real time,
tape backup system : proses backup melalui tape. Dan DRC (disaster recovery
center) : membuat infrastruktur kedua yang dapat beroperasi seketika pada saat
data center pertama mengalami bencana.
5.
Pengamanan
(security)
Seluruh
computer dan server terhubung ke dalam LAN dan bahkan kejaringan luar, adalah
suatu tindakan yang bijak jika kita melengkapi dengan aplikasi pengamanan yang
handal seperti : aplikasi firewall, server anti virus dan sourcefire ( aplikasi
yang mencegah serangan dari hacker / penyusup).
6.
Dashboard
dan monitoring
Diperlukan
sebuah perangkat / aplikasi yang dapat memonitoring seluruh proses yang terjadi
dijaringan dan menuangkannya dalam bentuk dashboard yang mudah dimengerti
sehingga kita dapat melakukan tindakan yang tepat ketika terjadi hambatan di
jaringan.
7.
Layanan
dan konsultasi
Infrastruktur
jaringan yang luas membuat link kebanyak
pihak ketiga yang terkait misalnya : internet service provider, Telkom, mitra
kerja, dlsb. Diperlukan komunikasi yang terus menerus agar jaringan tetap
berjalan secara optimal.
Reff
: ~suhendri yanto~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar