11 Nov 2013

duka bangsa dan dedikasi TNI


Peristiwa tsunami
Minggu pagi, 26 desember 2004, cuaca diprovinsi nanggroe aceh Darussalam (NAD) tampak cerah. Aktifitas masyarakat berjalan normal seperti hari-hari biasanya. Sebagian masyarakat lebih memilih tinggal dirumah, karena hari libur. Namun tidak sedikit pula yang beraktifitas diluar rumah. Ketenangan masyarakat tiba-tiba terusik, ketika dikejutkan adanya gempa. Gempa pada awalnya, hanya berupa guncangan-guncangan yang relative kecil, kemudian disusul dengan guncangan yang besar. Guncangan yang sangat besar dan kuat, dirasakan oleh masyarakt bumi serambi mekkah pada pukul 07.58 WIB. Sedangkan diwilayah meulaboh, yang dekat dengan pusat gempa, telah dirasakan pada pukul 07.45 WIB. Gempa besar selanjutnya terjadi pada pukul 08.48 WIB.
Dua kali guncangan gempa dengan kekuatan besar tersebut mengakibatkan keretakan dan kerusakan pada jaaln-jalan, bangunan, dan rumah-rumah. Beberapa rumah penduduk dan bangunan roboh, menimpa penghuninya tanpa sempat menghindar. Hal ini menyebabkan masyarakat panik, berhamburan keluar rumah, berusaha menyelamatkan diri masing-masing. namun beberapa warga yang selamat berusaha menolong korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Sementara itu, keadaan dikawasan pantai, warga yang umumnya sebagai nelayan dan petani tambak, awalnya tidak merasa keganjilan melihat air laut. Saat itu yang dirasakan adalah tanah berguncang-guncang dengan kuatnya. Guncangan tersebut merobohkan rumah mereka, yang rata-rata dibangun dari papan kayu, atau tepas, rumah khas pinggir laut. Suara jerit tangis dan dao menggema diaman-mana.

Setelah sekitar lima menit gempa berhenti, warga yang berada dipinggir pantai seperti terpukau, dan takjub melihat kejadian alam yang belum pernah mereka lihat selama hidupnya, karena air laut tiba-tiba surut beberapa ratus meter dari bibir pantai. Sehingga terlihat hamparan tanah pinggiran pantai menjadi kering, ikan-ikan berlompatan karena kekeringan. Melihat  fenomena alam yang ganjil ini, beberapa warga malahan mendekat kepantai, berlarian untuk memungut ikan-ikan tersebut.

Diluar dugaan, tidak sampai sepuluh menit air surut, tiba-tiba datang gulungan ombak yang berwarna hitam, kira-kira setinggi pohon kelapa. Menyadari kejadian tersebut, orang-orang yang berada dipantai berusaha lari menjauh kejaran gelombang. Walaupun telah berusaha sekuat tenaga, namun mereka tak mampu berpacu dengan kecepatan gelombang yang begitu cepatnya. Sehingga mereka tergulung gelombang yang maha dahsyat. Gelombang terus menyapu bangunan rumah, pohon-pohon, dan apapun yang dilaluinya. Dalam waktu sekejap, daerah pantai barat sumatera, banda aceh, calang, meulaboh, hancur ditelan gelombang. Peristiwa seperti itu, juga menimpa wilayah pantai timur provinsi NAD, namun tidak separah seperti yang terjadi diwilayah pantai barat.

Setelah air surut, yang terlihat adalah suatu keadaan yang sangat memilukan hati, jasad-jasad manusia yang tampak menghitam berbalut lumpur laut, bergelimpangan, bercampur dengan kayu-kayu dan puing-puing bangunan. Sebagian warga ada yang selamat, karena ia berada ditempat-tempat tinggi yang tidak terjangkau air, tersangkut atau berpegangan dipepohonan,atau berhasil naik keatap-atap.

Akibat tsunami
Dalam sekejap, ratusan ribu jiwa manusia melayang, sebagian luka-luka karena terseret gelombang. Tsunami juga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Sementara warga yang masih hidup terpaksa harus tinggal dibarak-barak pengungsian, dan tenda-tenda penampungan darurat.
Peristiwa dengan korban yang demikian besar ini, belum pernah terjadi sebelumnya di muka bumi ini. Jasad manusia mengambang dipantai, terdampar atau bergelimpangan dijalan-jalan, diselokan, terjepit, atau tertimbun direruntuhan bangunan. Puluhan ribu rumah warga lenyap, hanya tersisa pondasi bangunan. Sarana infrastruktur berupa jalan, jembatan dan fasilitas umum milik pemerintah, badan usaha milik Negara, maupun swasta hancur, termasuk fasilitas milik TNI dan POLRI sebagian rusak. data korban tsunami hingga tanggal 8 maret 2005, meninggal dunia sebanyak 125.736 orang, hilang 94.322 orang, dan luka-luka 109.995 orang, termasuk diantaranya anggota TNI dan POLRI beserta anggota keluarganya.

Tsunami yang datang tiba-tiba telah menghancurkan segala impian mereka. Selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kehilangan harta benda, dan kerusakan saran dan prasarana kota banda aceh, tsunami juga meninggalkan dampak psikis yang mendalam bagi masyarakat aceh yang selamat. Hal ini menyebabkan mereka mengalami goncangan jiwa yang sangat mendalam. Kehilangan orang-orang yang sangat mereka cintai, terutama bagi anak-anak yang ditinggal orang tua sangat dirasakannya.

Bantuan kemanusiaan TNI
TNI adalah salah satu bagian dari komponen bangsa Indonesia. Oleh karenanya saat satu komponen bangsa ditimpa musibah, maka TNI  selalu berupaya dengan komponen bangsa lainnya membantu mereka. Dalam setiap pelaksanaan tugas, TNI selalu berdasarkan pada prosedur kewenangan. Untuk menangulangi masalah bencana di provinsi nanggroe aceh Darussalam naluri kemanusiaan dan tetap berpedoman pada prosedur yang ada. Tugas kemanusiaan tersebut dapat dikatakan melampaui dari sekedar perintah bisa, karena banyak prajurit TNI yang membantu masyarakat aceh juga ikut menjadi korban.

Adapun dedikasi TNI diantaranya:
1. distribusi bantuan logistic berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan baik yang berasal dari instansi pemerintah, LSM, dan masyarakt umum, melalui udara dikoordinasikan diposko halim perdanakusuma, Jakarta. Sedangkan pengiriman lewat laut melalui kolinlamil, tanjuk priok, Jakarta.
2.  Evakuasi korban yang sakit. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, puskes TNI membantu memfungsikan kembali rumah sakit yang rusak.
3.  Evakuasi korban kekampung-kampung pengungsian dan relokasi pengungsi. Mulai dari penyiapan lahan, pengangkutan bahan bangunan drai luar aceh untuk mendirikan pengungsian, bahkan sampai menjadi tukang kayu dan bangunan.
4.  Evakuasi jenazah. Sebagai prajurit yang tumbuh besar ditengah masyarakat, TNI berupaya sigap dalam menangani evakuasi jenazah. TNI melakuakan evakuasi korban sejak musibah tsunami melanda berbagai kawasan di provinsi nanggroe aceh Darussalam.
5.  Karya bhakti. Untuk mempercepat proses evakuasi korban dan memudahkan pengangkutan dan distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat serta tepat sasaran, prajurit TNI melaksanakan kegiatan karya bhakti yaitu pembersihan jalan-jalan dari tumpukan lumpur, sampah, dan puing-puing bangunan serta perbaikan jembatanyang rusak akibat tsunami disekitar banda aceh.

Penutup
Musibah gempa dan tsunami yang maha dahsyat melanda provinsi nanggroe aceh Darussalam dan sumatera utara dipenghujung tahun 2004, telah membuat sebagian besar bangsa Indonesia shock, termangu. Namun hari ini kalian sudah bangkit dari segala rasa itu saudaraku, kita hanya makhluk kecil ciptaannya yang harus ikhlas menerima segala yang dikehendakinya. Biarlah musibah ini menjadi kenangan pahit yang pernah terjadi dibumi pertiwi ini, jadikan pelajaran untuk kita semua agar lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap ALLOH SWT.

Reff : buku tsunami di provinsi NAD (mabes TNI, pusat sejarah 2005)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar