Peristiwa tsunami
Minggu
pagi, 26 desember 2004, cuaca diprovinsi nanggroe aceh Darussalam (NAD) tampak
cerah. Aktifitas masyarakat berjalan normal seperti hari-hari biasanya.
Sebagian masyarakat lebih memilih tinggal dirumah, karena hari libur. Namun
tidak sedikit pula yang beraktifitas diluar rumah. Ketenangan masyarakat
tiba-tiba terusik, ketika dikejutkan adanya gempa. Gempa pada awalnya, hanya
berupa guncangan-guncangan yang relative kecil, kemudian disusul dengan guncangan
yang besar. Guncangan yang sangat besar dan kuat, dirasakan oleh masyarakt bumi
serambi mekkah pada pukul 07.58 WIB. Sedangkan diwilayah meulaboh, yang dekat
dengan pusat gempa, telah dirasakan pada pukul 07.45 WIB. Gempa besar
selanjutnya terjadi pada pukul 08.48 WIB.
Dua
kali guncangan gempa dengan kekuatan besar tersebut mengakibatkan keretakan dan
kerusakan pada jaaln-jalan, bangunan, dan rumah-rumah. Beberapa rumah penduduk
dan bangunan roboh, menimpa penghuninya tanpa sempat menghindar. Hal ini menyebabkan
masyarakat panik, berhamburan keluar rumah, berusaha menyelamatkan diri
masing-masing. namun beberapa warga yang selamat berusaha menolong korban yang
tertimpa reruntuhan bangunan.
Sementara
itu, keadaan dikawasan pantai, warga yang umumnya sebagai nelayan dan petani
tambak, awalnya tidak merasa keganjilan melihat air laut. Saat itu yang
dirasakan adalah tanah berguncang-guncang dengan kuatnya. Guncangan tersebut
merobohkan rumah mereka, yang rata-rata dibangun dari papan kayu, atau tepas,
rumah khas pinggir laut. Suara jerit tangis dan dao menggema diaman-mana.
Setelah
sekitar lima menit gempa berhenti, warga yang berada dipinggir pantai seperti
terpukau, dan takjub melihat kejadian alam yang belum pernah mereka lihat
selama hidupnya, karena air laut tiba-tiba surut beberapa ratus meter dari
bibir pantai. Sehingga terlihat hamparan tanah pinggiran pantai menjadi kering,
ikan-ikan berlompatan karena kekeringan. Melihat fenomena alam yang ganjil ini, beberapa warga
malahan mendekat kepantai, berlarian untuk memungut ikan-ikan tersebut.
Diluar
dugaan, tidak sampai sepuluh menit air surut, tiba-tiba datang gulungan ombak
yang berwarna hitam, kira-kira setinggi pohon kelapa. Menyadari kejadian
tersebut, orang-orang yang berada dipantai berusaha lari menjauh kejaran
gelombang. Walaupun telah berusaha sekuat tenaga, namun mereka tak mampu
berpacu dengan kecepatan gelombang yang begitu cepatnya. Sehingga mereka
tergulung gelombang yang maha dahsyat. Gelombang terus menyapu bangunan rumah,
pohon-pohon, dan apapun yang dilaluinya. Dalam waktu sekejap, daerah pantai
barat sumatera, banda aceh, calang, meulaboh, hancur ditelan gelombang.
Peristiwa seperti itu, juga menimpa wilayah pantai timur provinsi NAD, namun
tidak separah seperti yang terjadi diwilayah pantai barat.
Setelah
air surut, yang terlihat adalah suatu keadaan yang sangat memilukan hati,
jasad-jasad manusia yang tampak menghitam berbalut lumpur laut, bergelimpangan,
bercampur dengan kayu-kayu dan puing-puing bangunan. Sebagian warga ada yang
selamat, karena ia berada ditempat-tempat tinggi yang tidak terjangkau air,
tersangkut atau berpegangan dipepohonan,atau berhasil naik keatap-atap.
Akibat
tsunami
Dalam
sekejap, ratusan ribu jiwa manusia melayang, sebagian luka-luka karena terseret
gelombang. Tsunami juga menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Sementara warga yang masih hidup terpaksa harus tinggal dibarak-barak
pengungsian, dan tenda-tenda penampungan darurat.
Peristiwa
dengan korban yang demikian besar ini, belum pernah terjadi sebelumnya di muka
bumi ini. Jasad manusia mengambang dipantai, terdampar atau bergelimpangan
dijalan-jalan, diselokan, terjepit, atau tertimbun direruntuhan bangunan.
Puluhan ribu rumah warga lenyap, hanya tersisa pondasi bangunan. Sarana
infrastruktur berupa jalan, jembatan dan fasilitas umum milik pemerintah, badan
usaha milik Negara, maupun swasta hancur, termasuk fasilitas milik TNI dan
POLRI sebagian rusak. data korban tsunami hingga tanggal 8 maret 2005,
meninggal dunia sebanyak 125.736 orang, hilang 94.322 orang, dan luka-luka
109.995 orang, termasuk diantaranya anggota TNI dan POLRI beserta anggota
keluarganya.
Tsunami
yang datang tiba-tiba telah menghancurkan segala impian mereka. Selain menyebabkan
jatuhnya korban jiwa, kehilangan harta benda, dan kerusakan saran dan prasarana
kota banda aceh, tsunami juga meninggalkan dampak psikis yang mendalam bagi
masyarakat aceh yang selamat. Hal ini menyebabkan mereka mengalami goncangan
jiwa yang sangat mendalam. Kehilangan orang-orang yang sangat mereka cintai, terutama
bagi anak-anak yang ditinggal orang tua sangat dirasakannya.
Bantuan
kemanusiaan TNI
TNI
adalah salah satu bagian dari komponen bangsa Indonesia. Oleh karenanya saat
satu komponen bangsa ditimpa musibah, maka TNI
selalu berupaya dengan komponen bangsa lainnya membantu mereka. Dalam
setiap pelaksanaan tugas, TNI selalu berdasarkan pada prosedur kewenangan.
Untuk menangulangi masalah bencana di provinsi nanggroe aceh Darussalam naluri
kemanusiaan dan tetap berpedoman pada prosedur yang ada. Tugas kemanusiaan
tersebut dapat dikatakan melampaui dari sekedar perintah bisa, karena banyak
prajurit TNI yang membantu masyarakat aceh juga ikut menjadi korban.
Adapun
dedikasi TNI diantaranya:
1. distribusi
bantuan logistic berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan baik yang berasal
dari instansi pemerintah, LSM, dan masyarakt umum, melalui udara
dikoordinasikan diposko halim perdanakusuma, Jakarta. Sedangkan pengiriman
lewat laut melalui kolinlamil, tanjuk priok, Jakarta.
2. Evakuasi
korban yang sakit. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, puskes
TNI membantu memfungsikan kembali rumah sakit yang rusak.
3. Evakuasi
korban kekampung-kampung pengungsian dan relokasi pengungsi. Mulai dari
penyiapan lahan, pengangkutan bahan bangunan drai luar aceh untuk mendirikan
pengungsian, bahkan sampai menjadi tukang kayu dan bangunan.
4. Evakuasi
jenazah. Sebagai prajurit yang tumbuh besar ditengah masyarakat, TNI berupaya
sigap dalam menangani evakuasi jenazah. TNI melakuakan evakuasi korban sejak
musibah tsunami melanda berbagai kawasan di provinsi nanggroe aceh Darussalam.
5. Karya
bhakti. Untuk mempercepat proses evakuasi korban dan memudahkan pengangkutan
dan distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat serta tepat sasaran,
prajurit TNI melaksanakan kegiatan karya bhakti yaitu pembersihan jalan-jalan
dari tumpukan lumpur, sampah, dan puing-puing bangunan serta perbaikan
jembatanyang rusak akibat tsunami disekitar banda aceh.
Penutup
Musibah
gempa dan tsunami yang maha dahsyat melanda provinsi nanggroe aceh Darussalam dan
sumatera utara dipenghujung tahun 2004, telah membuat sebagian besar bangsa
Indonesia shock, termangu. Namun hari ini kalian sudah bangkit dari segala rasa
itu saudaraku, kita hanya makhluk kecil ciptaannya yang harus ikhlas menerima
segala yang dikehendakinya. Biarlah musibah ini menjadi kenangan pahit yang
pernah terjadi dibumi pertiwi ini, jadikan pelajaran untuk kita semua agar
lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap ALLOH SWT.
Reff
: buku tsunami di provinsi NAD (mabes TNI, pusat sejarah 2005)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar