14 Jan 2014

pasar terapung muara kuin



Pasar terapung muara kuin adalah pasar tradisional yang berada di muara sungai kuin, Banjarmasin, Kalimantan selatan. Dipasar ini para pedagang dan pembeli melakukan aktivitas jual beli di atas perahu tradisional. Perahu tersebut biasa disebut dengan jukung. Adapun jenis kapal bermotor yang ikut meramaikan aktivitas pasar ini, yakni klotok.

Pasar terapung muara kuin merupakan salah satu bentuk pola interaksi jual beli masyarakat yang hidup di atas air. Pasar ini dimulai setelah sholat subuh dan akan berakhir ketika matahari telah beranjak naik atau sekitar jam 09.00 wita. Apabila lewat dari jam tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa pasar akan sepi. Hal ini dikarenakan para pedagang telah berpencar menyusuri sungai-sungai kecil, untuk menjual barang dagangannya kepada penduduk yang rumahnya berada dibantaran sungai.


Pasar terapung ini sudah ada lebih dari 400 tahun lalu dan merupakan sebuah bukti aktivitas jual-beli manusia yang hidup diatas air. Seperti halnya pasar-pasar yang ada didaratan, di pasar terapung ini juga dilakukan transaksi jual beli barang, seperti : sayur-mayur, buah-buahan, segala jenis ikan, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Pembeli dari tangan pertama disebut dukuh, sedangkan tangan kedua, yang membeli dari para dukuh  untuk dijual kembali disebut penyambangan.

Namun sayang, kondisi atraktif aktivitas jual-beli di atas perahu tersebut semakin lama semakin pudar pamornya, baik karena jumlah pedagang yang semakin sulit, ataupun kurangnya dukungan dari pemerintah. Kebijakan pemerintah membangun pasar didarat dekat dengan pasar terapung kuin dan pembangunan ratusan jembatan rendah yang menghalangi akses lalu lintas sungai, baik langsung atau tidak, merupakan salah satu penyebab semakin memudarnya aktivitas jual-beli di floating market ini.

Keistimewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antarpara pedagang berperahu, yang dalam bahasa banjar disebut bapanduk, sesuatu yang unik dan langka. Mengunjungi pasar terapung muara kuin akan memberikan kenangan tak terlupakan tentang bagaimana masyarakat yang hidup diatas air memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, pengunjung akan mengetahui pola transaksi jual beli yang telah berumur lebih dari 400 tahun. Oleh karenanya, pasar ini menjadi saksi bisu perjalanan aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan selatan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka muncul pemeo : “belum kebanjarmasin bila belum mengunjungi floating market muara kuin”.

Salah satu keunikan dari pasar terapung adalah desak-desakn antara perahu besar dan perahu kecil yang mencari pembeli, serta penjual yang berseliweran kesana kemari dan kapalnya yang dimainkan gelombang sungai barito. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pasar didaratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang berdasarkan barang dagangannya.

Cara akses kesana?
Jiak berangkat dari pusat kota Banjarmasin dengan menggunakan perahu mesin atau yang biassa disebut klotok, diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk menuju pasar yang berada di aliran sungai barito tersebut. Jika ingin lebih cepat sampai, pengunjung dapat menggunakan angkutan darat menempuh rute kota Banjarmasin desa alakak. Dari desa alakak menuju lokasi pasar terapung yang jaraknya tidak begitu jauh, pengunjung bisa mencarter klotok dengan harga Rp 70.000 (tergantung bisa tidaknya pencarter menawar). Dengan menyewa klotok, pengunjung tidak hanya bisa menyaksikan aktivitas difloating market, tetapi juga bakal diajak berwisata ke pulau kembang.

Tiket dan akomodasi
Tidak ada biaya masuk. Ditempat ini tersedia tempat penyewaan klotok, rumah makan, warung-warung penjual makanan dan minuman ringan. Selain itu, dipasar ini para pengunjung dapat bermalam dirumah-rumah lanting yang berjejer dipinggir sungai (sumber: pustaka wisata melayu)

1 komentar: