Secara kodrati manusia
sering kali tidak pernah merasa puas dengan keadaan finansialnya. Hal tersebut
bisa dikarenakan 2 sebab, pertama, karena tuntutan hidupnya maka seseorang
berusaha meningkatkan keadaan finansialnya. Sedangkan sebab yang kedua, adalah
demi mencapai impian-impiannya yang belum terwujud. Untuk itu maka seseorang mungkin
memutuskan untuk bekerja kepada perorangan atau badan usaha untuk mendapatkan
gaji atau penghasilan, atau pilihan lainnya. Bila seseorang tersebut mempunyai
uang sebagai modal, maka dia akan berwirausaha atau mungkin juga
menginvestasikan uangnya, dalam arti dia hanya menanamkan uang (dana yang
dimiliki dan membiarkan orang lain yang mengerjakannya, sedangkan dia sendiri
hanya tinggal menunggu hasilnya). Pilihan yang terakhir ini yang banyak membuat
orang tergiur.
Berinvestasi bukanlah hal
yang tabu untuk dikerjakan. Investasi memiliki arti, yaitu upaya untuk membuat
uang yang dimiliki saat ini menjadi lebih banyak jumlahnya dikemudian hari. Ada
banyak jenis investasi dan sebelum memutuskan untuk berinvestasi kepada salah
satu bidang, kita harus mempelajari terlebih dahulu peluang keberhasilan maupun
resiko kegagalan yang kita hadapi.
Akhir-akhir ini banyak
tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda dalam jangka waktu
singkat. Biasanya, keinginan untuk cepat kaya dengan cara instan membuat banyak
orang terkelabuhi untuk mengikuti investasi jenis ini. Padahal dalam kehidupan
ini istilahnya “tidak ada makan siang gratis”, artinya apabila ingin hidup
enak, berinvestasi dengan keuntungan yang besar ya harus kerja keras.
Besar kecilnya keuntungan
yang kita peroleh dari investasi kita, tergantung bagaimana kita mengelolanya
dengan benar dan tepat. Sebagai investor kita harus benar-benar menyadari bahwa
semakin besar peluang laba yang dapat kita peroleh, itu berati juga kita harus
siap menghadapi resiko kegagalan yang besar juga.
Berikut ini beberapa contoh
investasi yang sedang marak berkembang saat ini, dan hal-hal yang harus
dipertimbangkan :
Waralaba
Jika ingin membeli sebuah
waralaba untuk tujuan investasi, belilah perusahaan yang sudah dikenal baik di
masyarakat, memiliki system yang sudah berjalan, usaha unik dan produknya yang tahan
lama.
MLM (multi level
marketing)
Pastikan bahwa perusahaaan yang
menyelenggarakan system MLM tersebut sudah mempunyai izin dari kementerian
perindustrian dan perdagangan (perindag), ada produk yang diberikan sebagai
kompensasi dari dana yang sudah kita keluarkan, dan harga produk tersebut
seimbang dengan dana yang harus kita bayar.
Saham
Saham adalah bentuk
penyertaan modal dalam sebuah perusahaan. Perusahaan yang bagus adalah
perusahaan yang jumlah assetnya lebih besar dari jumlah utang dan mengalami
keuntungan terus menerus. Untuk itu,
pastikan bahwa kita selalu memperhatikan dan mengikuti secara terus menerus
laporan keuangan perusahaan tersebut.
Property
Hingga saat ini, property masih
dianggap sebagai sarana investasi yang paling menjanjikan, karena harganya yang
cenderung terus naik. Akan tetapi perlu dipertimbangkan bahwa property merupakan
investasi yang tidak likuid, artinya jika sewaktu-waktu kita membutuhkan dana
segar, hal tersebut sulit terpenuhi Karena proses jual belinya perlu waktu dan
apabila kita menjualnya terburu-buru, bisa-bisa kita tidak mendapatkan harga
yang layak.
Dari sedikit uraian diatas,
dapat disimpulkan bahwa kita perlu hati-hati dan mempertimbangkan secara cermat
sebelum memutuskan salah satu jenis investasi. Sekali lagi, jangan mudah
tergiur oleh iming-iming keuntungan yang fantastis. Selamat berinvestasi dan
semoga sukses ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar