Pempek, eemm.. pasti kita semua pernah
menikmati makanan tersebut. Makanan khas Palembang yang bahan bakunya dari ikan
dan sagu. Dalam penyajiannya, pempek selalu ditemani saus berwarna coklat
kehitaman yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Rasanya yang enak
membuat semua orang menyukainya.
Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya
perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud
Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang Darussalam. Nama empek-empek
atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk
lelaki tua keturunan Cina.
Budayawan Palembang, Yudhy Syarofie,
mengatakan, antara tahun 1.400-1.500 an terjadi hubungan antara pedagang dari
China dengan masyarakat Palembang. Bisa dikatakan mungkin pempek merupakan
adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.
Pada masa itu, masyarakat Palembang sudah mengenal makanan berbahan
baku sagu. Di suatu kawasan di Palembang, terdapat tanaman sagu sekaligus
tempat pengolahannya menjadi tepung. Hingga kini, meskipun tanaman dan
pengolahan sagu sudah tidak ada lagi, kawasan yang dimaksud masih dikenal
sebagai Pesaguan.
Tanaman sagu dan aktivitas
pengolahannya terhenti sektar tahun 1950-an. Sebagai akibatnya, masyarakat
Palembang harus mendatangkan sagu dari daerah lain. Sebagai catatan, masyarakat
Palembang tidak pernah menggunakan tepung tapioka (hasil olahan singkong) untuk
bahan baku pempek.
Awalnya, pempek dibuat dari ikan Belida (Notopterus chitala).
Kemudian, digunakan pula ikan Putak (Notopterus notopterus). Namun kemudian,
kedua jenis ikan yang masih dalam satu famili ini semakin langka di Palembang.
Karenanya, masyarakat pun menggunakan ikan lain yang memiliki serat dan tekstur
daging hampir serupa dengan ikan Belida dan Putak. Dipakailah kemudian ikan
Gabus (Channa striata dan ikan Bujuk (Channa lucius). Di samping itu, digunakan
juga jenis ikan laut seperti Bilis (Chela oxygastroides), Tenggiri (Cybium commersoni)
dan Parangparang (Chirocentrus dorab).
Semakin langka dan mahalnya ikan-ikan
ini, membuat masyarakat berinovasi. Sejak pertengahan dekade 2000, mulai
dipakai pula Kakap Merah (Lutjanus argentimaculatus). Tentu saja, Kakap Merah
yang digunakan tidak masuk dalam kualifikasi ekspor. Karena kreasi yang baik
dan kemampuan berinovasi, masyarakat pembuat pempek akhirnya menemukan
komposisi yang baik dalam pembuatan pempek.
kreasi makanan dari adonan pempek
Dari satu adonan pempek, ada banyak
makanan yang bisa dihasilkan, bergantung baik pada komposisi maupun proses
pengolahan akhir dan pola penyajian. Di antaranya adalah Laksan, Tekwan, Model,
dan Celimpungan. Laksan dan celimpungan disajikan dalam kuah yang mengandung
santan; sedangkan model dan tekwan disajikan dalam kuah yang mengandung kuping
gajah, kepala udang, dan bumbu lainnya. Varian baru juga sudah mulai dibuat
orang. Misalnya saja kreasi yang membuat pempek keju,pempek baso sapi, pempek
sosis serta pempek lenggang keju yang dipanggang di wajan anti lengket
(teplon).
Cara Membuat
Pempek Kapal Selam
Bahan-bahan :
o
500 gram ikan belida atau tenggiri
o
500 gram tepung sagu
o
2 buah telur ayam
o
1½ sendok teh garam
o
250 cc air matang
o
1 sendok teh penyedap rasa atau vetsin
o
Telur untuk isi secukupnya
Cara membuatnya :
o
Bersihkan sisik dan isi perut ikan
kemudian ikan dibelah memanjang menjadi 2 bagian sama besar. Setelah terbelah
hilangkan tulang di pertu ikan.
o
Ikan dihaluskan
o
Daging ikan tenggiri yang sudah
dihaluskan dicampur dengan garam, penyedap rasa dan telur kemudian tuangi
dengan air secara bertahap sambil mengaduk adonan sampai merata.
o
Tepung sagu dicampurkan ke dalam adonan
secara bertahap dikit-dikit, aduk-aduk hingga merata. Adonan yang baik adalah
mudah dibentuk.
o
Ambil sebagian adonan dengan ukuran
sesuai selera anda, buatlah adonan berbentuk seperti mangkok kemudian di
dalamnya diisi telur lalu rekatkan agar tertutup. Ulangi terus sampai adonan
habis dan terbentuk semua.
o
Rebus adonan dalam air mendidih, lebih
baik jika air ada campuran minyak sayur. Kalau sudah matang dan mengapung
kemudian angkat dan tiriskanlah adonan.
o
Adonan yang sudah direbus dan ditiriskan
siap untuk digoreng sampai matang.
o
Angkat dan tiriskan kemudian sajikan
dengan kuah cuka
Cara
membuat cuko pempek
Bahan-bahan :
·
500 gr gula aren
·
10 siung bawang
putih
·
500 ml air
·
250 gr cabai rawit
atau cabai merah, haluskan
·
50 gr ebi
·
5 sendok teh cuka putih
·
Garam, secukupnya
Cara membuatnya :
·
Campurkan gula aren bersama air, kemudian diamkan selama 3 jam
sampai meleleh dengan sendirinya.
·
Kemudian masak dengan api kecil hingga mendidih
·
Setelah mendidih masukkan bawang putih dan cabai rawit halus
·
Masukkan ebi, garam dan cuka putih
·
Masak kembali dengan api yang tetap kecil agar tidak gosong.
·
Setelah 5 menit mendidih, angkat dan dinginkan.
·
Saring sebelum disajikan.
~Selamat mencoba~
Reff :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar