26 Des 2013

kebahagiaan memberi



Memberi (GIVING) disyariatkan islam melalui kewajiban zakat serta anjuran infaq dan sedekah. Memberi juga dipandang sebagai akhlak karimah (budi pekerti mulia) karena “ tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.”
tangan di atas (memberi) lebih baik dari pada tangan di bawah (meminta). Mulialah (pemberian nafkah itu) dari orang yang menjadi tanggunganmu, dan sebaik-baik sedekah adalah dari harta orang yang berkecukupan.” (HR. Bukhari dan muslim)

Konsep islam tentang memberi adalah jika kita memberi, sebenarnya tidak kehilangan sesuatu yang diberikan itu, melainkan justru yang kita berikan itu akan di kembalikan oleh allah swt. Dengan kualitas dan kuantitas yang lebih. Jika kita memberi harta (sedekah), allah justru akan menambah harta kita. Tidak hanya itu, memberi itu membahagiakan orang lain yang membutuhkan, maka allah pun pasti akan membalasnya dengan kebahagiaan dalam hati si pemberi.

Bisa dikatakan, sesungguhnya jika kita membuat kebaikan seperti memberi (sedekah), kita bukan hanya sedang membantu orang lain atau makhluk lain, namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia. Dalam istilah Harvey mckinnon & azim jamal, “memebri untuk menerima lebih banyak.”

Banyak ayat Quran dan Hadist yang menunjukkan kebahagiaan bagi yang suka memberi (giver), misalnya:
perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang di kehendakinya. Dan allah maha luas (kurnia-nya) lagi maha mengetahui.” (QS. 2:261)
setiap pagi ada dua malaikat yang turun di langit dunia untuk memanjatkan doa kepada allah: yang satu berdoa:”ya allah berikanlah ganti kepada orang yang mau membelanjakan hartanya; yang lain memanjatkan doa: ya allah berilah kerusakan pada harta orang yang tidak mau membelanjakannya” (HR. Bukhari dan muslim)

Ayat dan hadist di atas saat ini dikenal pula sebagai konsep “the power of giving”,kekuatan memberi, sebuah konsep yang telah banyak melahirkan pengusaha sukses. Sukses usaha berkah sedekah (memberi). Tidak heran jika Deepak chopra dalam 7 spiritual law of success mencantumkan “law of giving” sebagai hukum kedua untuk sukses. Sukses tentu mendatangkan kebahagiaan, suatu kondisi batin yang diburu oleh seluruh manusia di muka bumi ini.

Memberi itu juga menyehatkan. Sebuah penelitian yang melibatkan ribuan sukarelawan menyimpulkan, memberi atau menolong ornag lain dapat mengurangi rasa sakit, megurangi stress, meningkatkan hormon endorfin (hormon yang memberi ketenangan dan rasa bahagia, juga mengurangi rasa sakit), serta meningkatkan kesehatan.

Prof. David McClelland (seorang peneliti dari Harvard university,AS) menambahkan: “melakukan sesuatu yang positif terhadap orang lain akan dapat memperkuat system kekebalan tubuh, sebaliknya orang kikir cenderung terserang penyakit. Mengapa demikian, Karena orang kikir biasanya cinta uang, bila uangnya sedikit berkurang maka dia akan stress dan tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang akan mengurangi kekebalan tubuh. Maka dari itu kita sebagai sesama hendak lah saling berbagi, pasti semua agama pun mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan. memberi dapat memperpanjang umur. “wallahu a’lam”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar