Ekonomi
kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuakatan ekonomi rakyat.
Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan atau usaha yang dilakukan
oleh rakyat kebanyakan yang dengan secara swadaya mengelola sumber daya ekonomi
apa saja yang dapat diusahakan dan diakuinya, termasuk dalam kategori Usaha
Kecil dan Menengah (UKM) yang meliputi sector pertanian, peternakan, kerajinan,
makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa mengorbankan kepentingan
masyarakat lainnya.
Gagasan ekonomi
kerakyatan dikembangkan sebagai upaya alternative dari para ahli ekonomi
Indonesia untuk menjawab kegagalan yang dialami oleh Negara-negara berkembang
termasuk Indonesia dalam menerapkan teori pertumbuhan.
Sekilas tentang Sistem Ekonomi
Kerakyatan
Bung Hatta dalam Daulat Rakyat (1931) menulis
artikel berjudul Ekonomi Rakyat dalam Bahaya, sedangkan Bung Karno 3 tahun
sebelumnya (Agustus 1930) dalam pembelaan di Landraad Bandung menulis nasib
ekonomi rakyat sebagai berikut:
“Ekonomi Rakyat oleh sistem monopoli disempitkan, sama sekali didesak dan dipadamkan (Soekarno, Indonesia Menggugat, 1930: 31)”
Jika kita mengacu pada Pancasila dasar negara atau pada ketentuan pasal 33 UUD 1945, maka memang ada kata kerakyatan tetapi harus tidak dijadikan sekedar kata sifat yang berarti merakyat. Kata kerakyatan sebagaimana bunyi sila ke-4 Pancasila harus ditulis lengkap yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang artinya tidak lain adalah demokrasi ala Indonesia. Jadi ekonomi kerakyatan adalah (sistem) ekonomi yang demokratis. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945.
Perkembangan
ekonomi kerakyatan
perjuangan
bangsa Indonesia untuk melaksanakan ekonomi kerakyatan bukanlah perjuangan yang
mudah. Kendala terbesar justru datang dari pihak colonial. Secara ringkas,
subversi-subversi yang dilakukan oleh pihak colonial untuk mencegah
terselenggaranya ekonomi kerakyatan itu adalah sebagai berikut:
Pertama, terjadinya agresi
militer I dan II pada 1947 dan 1948. tujuan utamanya adalah untuk mencegah
berdirinya NKRI yang berdaulat. Kedua, dipaksanya bangsa Indonesia untuk
memenuhi tiga syarat ekonomi guna memperoleh pengakuan kedaulatan dalam forum
KMB. Ketiga,diselundupkanya sejumlah sarjana dan mahasiswa ekonomi Indonesia ke
AS untuk mempelajari ilmu ekonomi yang bercorak liberal-kapitalis sejak 1957.
Keempat, dilakukanya proses kudeta merangkak terhadap pemerintah Sukarno pada
30 September 1965,yang menolak segala bentuk keterlibatan modal asing di
Indonesia. Dimana masih ada beberapa tindakan subversi yang dilakukan
Koloni,yang tidak dapat ditulis semua oleh penulis.
Menyimak berbagai kenyataan
tersebut, dapat disaksikan betapa sangat beratnya tantangan yang dihadapi
bangsa Indonesia dalam melaksanakan amanat konstitusi untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan
di Indonesia. Bahkan jika dibandingkan dengan era kolonial,tantangan yang ada
saat ini justru jauh lebih berat. Walaupun demikian,tidak berarti sama sekali
tidak ada harapan. Harapan untuk kebangkitan kembali ekonomi kerakyatan
tersebut setidak-tidaknya dapat disimak sebagai berikut, mencuatnya
perlawanan terhadap hegemoni AS dari beberapa negara di Amerika Latin, lalu
mulai terlihat gejala pergeseran dalam peta geopolitik dunia. Kemudian,
berlangsungnya krisis kapitalisme internasional yang dipicu oleh krisis
kapitalisme AS sejak 2007 lalu. Dan terakhir, meningkatnya kesenjangan sosial
dan ekonomi dalam perekonomian Indonesia.
Ekonomi
kerakyatan saat ini
Sebenarnya benih-benih
ekonomi kerakyatan masih terdapat hingga ini. Pertama, dalam pancasila, asas
Negara kita. Kedua, dalam system kemasyarakatan didesa-desa di nusantara
seperti tradisi subak di Bali, tradisi gotong royong di Jawa dan hal yang
serupa didaerah-daerah Indonesia lainnya. Ketiga, dalam koperasi-koperasi yang
terdapat dihampir seluruh pelosok negeri. Keempat, mulai munculnya para tokoh
penggagas untuk kembali ke Sosialisme melalui penerapan ekonomi kerakyatan.
Sebagai
contoh :
Koperasi yang di gagas oleh Wakil
Presiden RI yang pertama, Mohammad Hatta, ini menjadi dasar sistem ekonomi
kerakyatan negeri kita. Lantas, apa kabar perkembangan koperasi di kawasan
kita?
Koperasi Nelayan Suka Maju
Adalah salah satu koperasi nelayan yang kiprahnya sudah tidak diragukan lagi di
Kabupaten Kaur. koperasi ini dibentuk
sekitar Tahun 2000. Awalnya koperasi ini hanyalah sebuah kelompok nelayan
kecil, tanpa adanya campur tangan dari Pemerintah. Penggerak Koperasi
mendapatkan modal usaha dari sumbangan para nelayan yang kemudian dana tersebut
membesar berkat perjuangan dari pengelola kelompok kecil tersebut. barulah
sekitar tahun 2003 Kelompok nelayan tersebut mengurus surat izin yang kemudian
menjadikannya sebuah koperasi yang mempunyai badan Hukum.
Sumber:
ASSALAMU ALAIKUM.WR.WB.. SAYA TERMASUK ORANG YANG GEMAR BERMAIN TOGEL,SETELAH SEKIAN LAMANYA SAYA BERMAIN TOGEL AKHIRNYA SAYA MENEMUKAN NOMOR SEORANG PERAMAL TOGEL YANG TERKENAL KEAHLIANNYA DI SELURUH DUNIA,NAMANYA
BalasHapusKIYAI_PATI DAN SAYA BENAR BENAR TIDAK PERCAYA DAN HAMPIR PINSANG KARNA KEMARIN ANGKA GHOIB YANG DIBERIKAN OLEH KIYAI 4D DI PUTARAN SGP YAITU 1239 TERNYATA BETUL-BETUL TEMBUS. SUDAH 2.KALI PUTARAN SAYA MENAN BERKAT BANTUAN KIYAI
PADAHAL,AWALNYA SAYA CUMA COBA COBA MENELPON DAN SAYA MEMBERITAHUKAN SEMUA KELUHAN SAYA KEPADA KIYAI_PATI DISITULAH ALHAMDULILLAH KIYAI_PATI TELAH MEMBERIKAN SAYA SOLUSI YANG SANGAT TEPAT DAN DIA MEMBERIKAN ANGKA YANG BEGITU TEPAT..,MULANYA SAYA RAGU TAPI DENGAN PENUH SEMANGAT ANGKA YANG DIBERIKAN KIYAI ITU SAYA PASANG DAN SYUKUR ALHAMDULILLAH BERHASIL SAYA JACKPOT DAPAT 500.JUTA,DAN BETAPA BAHAGIANYA SAYA BERSUJUD-SUJUD SAMBIL BERKATA ALLAHU AKBAR…..ALLAHU AKBAR….ALLAHU AKBAR….SEKALI LAGI MAKASIH BANYAK YAA KIYAI,SAYA TIDAK AKAN LUPA BANTUAN DAN BUDI BAIK KIYAI, BAGI ANDA SAUDARAH-SAUDARAH YANG INGIN MERUBAH NASIB SEPERTI SAYA TERUTAMA YANG PUNYA HUTANG SUDAH LAMA BELUM TERLUNASI SILAHKAN HUBUNGI KIYAI_PATI DI NOMOR HP: 0852_1741_5657