3 Contoh
Produk Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri
1. POLYGON laku dijual Mahal
Perusahaan Sepeda
asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang telah menjadi merek sepeda nasional ini cukup
menguasai pasar. Polygon mampu bersaing di tengah gempuran sepeda-sepeda merek
dunia yang membanjiri negeri ini. pangsa pasar Polygon saat ini mencapai
60% di kategori sepeda gaya hidup (life-style bike).
Keputusan menjadi produk gaya hidup sekaligus merupakan diferensiasinya dari pemain lokal lain yang sudah ada di Indonesia. jika diposisikan sebagai alat transportasi, sepeda Polygon akan kalah bersaing dengan moda transportasi lain seperti mobil dan sepeda motor, sehingga sepeda hanya akan selalu menjadi pilihan terakhir. Namun sebaliknya, karena diposisikan sebagai produk gaya hidup, Polygon bisa naik kelas menjadi produk first class.
Keputusan menjadi produk gaya hidup sekaligus merupakan diferensiasinya dari pemain lokal lain yang sudah ada di Indonesia. jika diposisikan sebagai alat transportasi, sepeda Polygon akan kalah bersaing dengan moda transportasi lain seperti mobil dan sepeda motor, sehingga sepeda hanya akan selalu menjadi pilihan terakhir. Namun sebaliknya, karena diposisikan sebagai produk gaya hidup, Polygon bisa naik kelas menjadi produk first class.
Memang bukanlah hal mudah memasarkan sepeda di tengah kondisi krisis ekonomi pada 1997. Apalagi, bicara soal gaya hidup di tengah kondisi kusut. Namun, tim Polygon tak mau menyerah. Hampir seluruh pelosok negeri disambangi untuk mencari mitra yang mau jadi dealer penjualan Polygon. Banyak yang menolak, tetapi ada juga yang mau diajak kerja sama. Untuk menjalankan misinya memproduksi sepeda sebagai gaya hidup, selain membuat pernik-pernik dan aksesori bersepeda, sejak 1999 Polygon rajin menggelar event bersepeda, serta pameran di mal dan Pekan Raja Jakarta (PRJ). “Memang, saat ini Polygon sedang gencar-gencarnya membangung brand di luar negeri,” ujar Ronny. Hal itu dimulai dengan membangun gerai sepeda yang modern, perusahaan distribusi dan tim pemasarannnya. Strategi pemasarannya hampir sama dengan di dalam negeri. Hanya saja, intensitasnya tidak sesering di dalam negeri mengingat biaya yang dikeluarkan di luar negeri jauh lebih mahal.
Pihak Polygon sendiri ke depan
akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas produknya, bukan kuantitas. “Saat
ini, kami tidak bicara kuantitas, tetapi lebih ke kualitas. Jadi, kami mengejar
kesempurnaan sebuah sepeda, bukan jumlahnya,” ungkap Ronny. Hal ini dilakukan karena
Polygon berambisi menjadi merek internasional yang memiliki kualitas produk
kelas dunia. Selain memberikan perhatian penuh pada masalah kualitas produk,
dalam waktu dekat Polygon juga akan membuka kantor cabangnya di AS (California)
dan negara-negara Eropa sehingga akan lebih mudah menggarap pasar di tingkat
global.
2. Hebat, Produk Kulit RI Laku Sampai ke Milan dan Barcelona
Indonesia mungkin
memandang sebelah mata produk-produk kulit dalam negeri dan lebih memilih
produk impor. Padahal produk kulit Indonesia diekspor hingga ke Milan, Italia
bahkan sampai ke Barcelona Spanyol.
Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif Dody Edward mengatakan,
pemerintah saat ini terus mengembangkan produk kulit untuk keperluan ekspor
sehingga tidak turun akibat krisis utang di Eropa.
Dari data Kementerian Perdagangan, pangsa pasar ekspor produk kulit Indonesia ke Amerika Serikat di 2011 mencapai 46,16% atau US$ 134,8 juta (naik 11,83%). Kemudian ada juga ke Jepang, Italia, Belanda, Korea Selatan, Hong Kong, Belgia, Singapura, Spanyol, dan Australia. Secara keseluruhan, total nilai ekspor produk kulit Indonesia di 2011 mencapai US$ 169,3 juta atau naik 27,84% dibanding 2010.
Trade
Promotion Center (ITPC) merupakan lembaga promosi perdagangan dan melakukan
penulisan market brief mengenai kulit dan produk kulit di Indonesia sebagai
penetrasi pasar di luar negeri. Adapun produk kulit Indonesia diekspor ke
tempat berikut:
- Barcelona dengan produk alas kaki
- Chennai dengan produk sepatu
- Chicago dengan produk sarung tangan
- Dubai dengan produk alas kaki
- Johannesberg dengan produk alas kaki
- Jeddah dengan produk sepatu
- Milan dengan produk kulit dan sepatu
- Osaka dengan produk sepatu kulit
- Santiago dengan produk sepatu
- Vancouver dengan produk alas kaki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar