8 Jan 2013

produk indonesia


3 Contoh Produk Indonesia yang Terkenal di Luar Negeri

1.  POLYGON laku dijual Mahal

Perusahaan Sepeda asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang telah menjadi merek sepeda nasional ini cukup menguasai pasar. Polygon mampu bersaing di tengah gempuran sepeda-sepeda merek dunia yang membanjiri negeri ini.  pangsa pasar Polygon saat ini mencapai 60% di kategori sepeda gaya hidup (life-style bike).
                                      
Keputusan menjadi produk gaya hidup sekaligus merupakan diferensiasinya dari pemain lokal lain yang sudah ada di Indonesia. jika diposisikan sebagai alat transportasi, sepeda Polygon akan kalah bersaing dengan moda transportasi lain seperti mobil dan sepeda motor, sehingga sepeda hanya akan selalu menjadi pilihan terakhir. Namun sebaliknya, karena diposisikan sebagai produk gaya hidup, Polygon bisa naik kelas menjadi produk first class.

Memang bukanlah hal mudah memasarkan sepeda di tengah kondisi krisis ekonomi pada 1997. Apalagi, bicara soal gaya hidup di tengah kondisi kusut. Namun, tim Polygon tak mau menyerah. Hampir seluruh pelosok negeri disambangi untuk mencari mitra yang mau jadi dealer penjualan Polygon. Banyak yang menolak, tetapi ada juga yang mau diajak kerja sama. Untuk menjalankan misinya memproduksi sepeda sebagai gaya hidup, selain membuat pernik-pernik dan aksesori bersepeda, sejak 1999 Polygon rajin menggelar event bersepeda, serta pameran di mal dan Pekan Raja Jakarta (PRJ). “Memang, saat ini Polygon sedang gencar-gencarnya membangung brand di luar negeri,” ujar Ronny. Hal itu dimulai dengan membangun gerai sepeda yang modern, perusahaan distribusi dan tim pemasarannnya. Strategi pemasarannya hampir sama dengan di dalam negeri. Hanya saja, intensitasnya tidak sesering di dalam negeri mengingat biaya yang dikeluarkan di luar negeri jauh lebih mahal.


Pihak Polygon sendiri ke depan akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas produknya, bukan kuantitas. “Saat ini, kami tidak bicara kuantitas, tetapi lebih ke kualitas. Jadi, kami mengejar kesempurnaan sebuah sepeda, bukan jumlahnya,” ungkap Ronny. Hal ini dilakukan karena Polygon berambisi menjadi merek internasional yang memiliki kualitas produk kelas dunia. Selain memberikan perhatian penuh pada masalah kualitas produk, dalam waktu dekat Polygon juga akan membuka kantor cabangnya di AS (California) dan negara-negara Eropa sehingga akan lebih mudah menggarap pasar di tingkat global.

2.   Hebat, Produk Kulit RI Laku Sampai ke Milan dan Barcelona

Indonesia mungkin memandang sebelah mata produk-produk kulit dalam negeri dan lebih memilih produk impor. Padahal produk kulit Indonesia diekspor hingga ke Milan, Italia bahkan sampai ke Barcelona Spanyol.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif Dody Edward mengatakan, pemerintah saat ini terus mengembangkan produk kulit untuk keperluan ekspor sehingga tidak turun akibat krisis utang di Eropa.

Dari data Kementerian Perdagangan, pangsa pasar ekspor produk kulit Indonesia ke Amerika Serikat di 2011 mencapai 46,16% atau US$ 134,8 juta (naik 11,83%). Kemudian ada juga ke Jepang, Italia, Belanda, Korea Selatan, Hong Kong, Belgia, Singapura, Spanyol, dan Australia. Secara keseluruhan, total nilai ekspor produk kulit Indonesia di 2011 mencapai US$ 169,3 juta atau naik 27,84% dibanding 2010.

Trade Promotion Center (ITPC) merupakan lembaga promosi perdagangan dan melakukan penulisan market brief mengenai kulit dan produk kulit di Indonesia sebagai penetrasi pasar di luar negeri. Adapun produk kulit Indonesia diekspor ke tempat berikut:

  • Barcelona dengan produk alas kaki
  • Chennai dengan produk sepatu
  • Chicago dengan produk sarung tangan
  • Dubai dengan produk alas kaki
  • Johannesberg dengan produk alas kaki
  • Jeddah dengan produk sepatu
  • Milan dengan produk kulit dan sepatu
  • Osaka dengan produk sepatu kulit
  • Santiago dengan produk sepatu
  • Vancouver dengan produk alas kaki

Selain itu, untuk menahan dampak krisis Eropa, Indonesia akan cepat-cepat mencari pasar baru dengan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dan mengembangkan (diversifikasi) pemasaran ke target pasar baru (non tradisionsal) khususnya di kawasan Amerika Latin, Afrika, Eropa Tiur, Timur Tengah, dan Asia Teggara.

 

3.  Peluang Besar Industri Kopi Indonesia

                                   

Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar dunia setelah Brazil, Vietnam dan Colombia.  Dari total produksi, sekitar 67% kopinya diekspor sedangkan sisanya (33%) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ekspor kopi merupakan sasaran utama dalam memasarkan produk-produk kopi yang dihasilkan Indonesia. 

Negara tujuan ekspor adalah negara-negara konsumer tradisional seperti USA, negara-negara Eropa dan Jepang. Seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman, telah terjadi peningkatan kesejahteraan dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang akhirnya mendorong terhadap peningkatan konsumsi kopi.  Hal ini terlihat dengan adanya peningkatan pemenuhan  kebutuhan dalam negeri yang pada awal tahun 90an  mencapai 120.000 ton, dewasa ini telah mencapai sekitar 180.000 ton. Oleh karena itu menurut pengamat perkopian, secara nasional perlu dijaga keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan kopi terhadap aspek pasar luar negeri (ekspor) dan dalam negeri (konsumsi kopi) dengan menjaga dan meningkatkan produksi kopi nasional.

Keterbatasan dari industri biji kopi dan kopi olahan adalah daya penyebaran ke belakang lebih tinggi dibandingkan daya penyebaran ke depan, sehingga pertumbuhan industri ini lebih banyak tergantung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam rangka penumbuhan ekspor kopi Indonesia, maka pengembangan komposisi produk, distribusi pasar, dan daya saing harus diperhatikan.

Strategi penetrasi dan pengembangan pasar ekspor merupakan pilihan strategi yang dapat dilakukan.Pada saat bersamaan, peningkatan efisiensi produksi dan pemasaran ekspor tetap perlu dilakukan.Potensi pengembangan yang dimiliki industri kopi biji dan kopi olahan Indonesia perlu diaktualisasikan dengan memperhitungkan peluang pengembangan pasar internasional. Berbagai produk kopi olahan yang telah dapat diproduksi di Indonesia perlu diekspor untuk memperbaiki kelemahan ekspor Indonesia pada komposisi produk.

 

 

Sumber :

http://sukses-kerja-usaha.blogspot.com/2012/06/contoh-produk-indonesia-yang-terkenal.html

http://finance.detik.com/read/2012/06/21/155324/1947374/1036/hebat-produk-kulit-ri-laku-sampai-ke-milan-dan-barcelona

http://pphp.deptan.go.id/mobile/?content=informasi_mobile&id=1&sub=1&kat=0&fuse=1397

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar