Perusahaan jasa dan perusahaan
manufaktur sama-sama mengubah produk mentah menjadi produk jadi. Namun dalam
perusahaan jasa, bahan mentah yang dimaksud bukanlah minyak mentah, aluminium,
atau besi, melainkan orang-orang yang memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi
(ebert dan griffin,2011 halm.121.) keluaran output dari operasi perusahaan jasa
adalah kepuasan yang diperoleh konsumen yang kebutuhannya telah terpenuhi. Ada
empat aspek yang membedakan antara operasi perusahaan jasa dengan operasi
perusahaan manufaktur, yaitu :
1. Interaksi dengan konsumen
Operasi perusahaan manufaktur
menghasilkan keluaran berupa barang (physical goods ) seperti telepon genggam,
i-pad, dan laptop. Sedangkan, operasi perusahaan jasa menghasilkan keluaran
berupa kombinasi antar barang dan jasa. Rumah makan suka-suka misalnya. Selain
rumah makan tersebut memproduksi ikan bakar , rumah makan tersebut juga
menyediakan jasa pengiriman (delivering) produknya. Selain itu, karyawan
perusahaan jasa membutuhkan keterampilan yang berbeda dengan karyawan
perusahaan manufaktur , terutama keterampilan dalam berinteraksi dengan
konsumen. Karyawan diperusahaan jasa, seperti salon kecantikan, akan lebih
banyak berinteraksi dengan konsumen dari pada perusahaan manufaktur. Keunikan
masing-masing individu termasuk psra
konsumen menyebabkan karyawan perusahaan jasa harus memiliki pengetahuan
mengenai psikis konsumen.
2. Jasa tidak berwujud dan tidak dapat disimpan
Tidak berwujud : jasa tidak dapat
disentuh, dirasakan, dicium, atau dilihat. Kepuasan yang diberikan perusahaan
jasa kepada para konsumennya adalah nilai tidak berwujud yang diterima konsumen
dalam bentuk rasa senang, rasa puas, dan rasa aman. Contohnya ketika kita merekrut
supir pribadi, yang kita dapatkan atas uang yang telah dikeluarkan untuk
membayar supir tersebut adalah rasa senang dan puas karena tidak perlu
capek-capek menyetir mobil sendiri dan rasa aman karena supir tersebut sudah
ahli dan berpengalaman.
Tidak dapat disimpan : jasa seperti
penitipan anak, transportasi, pemotongan rambut, dan pembersih rumah tidak
dapat disimpan untuk selanjutnya digunakan kembali.
3. Kehadiran konsumen dalam proses operasi
Pada perusahaan manufaktur, kehadiran
konsumen tidak banyak berpengaruh
terhadap proses produksi. Perusahaan manufaktur cenderung tidak membutuhkan
keterlibatan konsumen dalam proses
produksinya . sementara dalam operasi perusahaan jasa, kehadiran dan
keterlibatan konsumen sangat diperlukan. Terutama pada perusahaan jasa yang
membutuhkan high-contrac system, tanpa keterlibatan konsumen, proses produksi
jasanya tidak dapat dilakukan.
4. Kualitas layanan
Konsumen menggunakan ukuran yang
berbeda untuk mengukur kepuasannya
terhadap barang dan jasa yang dikonsumsinya. Hal tersebut dikarenakan jasa
tidak hanya terdiri dari sesuatu yang tak berwujud saja, Tetapi juga terdiri
dari sesuatu yang berwujud. Manajer, khususnya manager perusahaan jasa,
memahami bahwa kualitas kerja berbeda dengan kualitas layanan. Baju yang kita
masukkan kebinatu misalnya. Baju yang tadinya kotor menjadi bersih, wangi, dan
rapi (kualitas kerja), tetapi konsumen merasa kecewa karena ketika mereka
mengambil baju mereka kebinatu, karyawan ditempat tersebut tidak ramah
(kualitas layanan).
Sumber :
buku bisnis pengantar (Drs.sunardi,
M.Si., Akt. Dan Anita primastiwi, SE., M.Sc.)
Terima kasih..
BalasHapusMembantu sekali..
Terima kasih..
BalasHapusMembantu sekali..
terimakasih , blognya juga lucu socute
BalasHapus