9 Nov 2012

Perbedaan Antara Operasi Perusahaan Jasa Dan Operasi Perusahaan Manufaktur


Perusahaan jasa dan perusahaan manufaktur sama-sama mengubah produk mentah menjadi produk jadi. Namun dalam perusahaan jasa, bahan mentah yang dimaksud bukanlah minyak mentah, aluminium, atau besi, melainkan orang-orang yang memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi (ebert dan griffin,2011 halm.121.) keluaran output dari operasi perusahaan jasa adalah kepuasan yang diperoleh konsumen yang kebutuhannya telah terpenuhi. Ada empat aspek yang membedakan antara operasi perusahaan jasa dengan operasi perusahaan manufaktur, yaitu :

1.      Interaksi dengan konsumen
Operasi perusahaan manufaktur menghasilkan keluaran berupa barang (physical goods ) seperti telepon genggam, i-pad, dan laptop. Sedangkan, operasi perusahaan jasa menghasilkan keluaran berupa kombinasi antar barang dan jasa. Rumah makan suka-suka misalnya. Selain rumah makan tersebut memproduksi ikan bakar , rumah makan tersebut juga menyediakan jasa pengiriman (delivering) produknya. Selain itu, karyawan perusahaan jasa membutuhkan keterampilan yang berbeda dengan karyawan perusahaan manufaktur , terutama keterampilan dalam berinteraksi dengan konsumen. Karyawan diperusahaan jasa, seperti salon kecantikan, akan lebih banyak berinteraksi dengan konsumen dari pada perusahaan manufaktur. Keunikan masing-masing individu  termasuk psra konsumen menyebabkan karyawan perusahaan jasa harus memiliki pengetahuan mengenai psikis konsumen.

2.      Jasa tidak berwujud dan tidak dapat disimpan
Tidak berwujud : jasa tidak dapat disentuh, dirasakan, dicium, atau dilihat. Kepuasan yang diberikan perusahaan jasa kepada para konsumennya adalah nilai tidak berwujud yang diterima konsumen dalam bentuk rasa senang, rasa puas, dan rasa aman. Contohnya ketika kita merekrut supir pribadi, yang kita dapatkan atas uang yang telah dikeluarkan untuk membayar supir tersebut adalah rasa senang dan puas karena tidak perlu capek-capek menyetir mobil sendiri dan rasa aman karena supir tersebut sudah ahli dan berpengalaman.
Tidak dapat disimpan : jasa seperti penitipan anak, transportasi, pemotongan rambut, dan pembersih rumah tidak dapat disimpan untuk selanjutnya digunakan kembali.

3.      Kehadiran konsumen dalam proses operasi
Pada perusahaan manufaktur, kehadiran konsumen tidak banyak  berpengaruh terhadap proses produksi. Perusahaan manufaktur cenderung tidak membutuhkan keterlibatan konsumen dalam proses  produksinya . sementara dalam operasi perusahaan jasa, kehadiran dan keterlibatan konsumen sangat diperlukan. Terutama pada perusahaan jasa yang membutuhkan high-contrac system, tanpa keterlibatan konsumen, proses produksi jasanya tidak dapat dilakukan.

4.      Kualitas layanan
Konsumen menggunakan ukuran yang berbeda untuk  mengukur kepuasannya terhadap barang dan jasa yang dikonsumsinya. Hal tersebut dikarenakan jasa tidak hanya terdiri dari sesuatu yang tak berwujud saja, Tetapi juga terdiri dari sesuatu yang berwujud. Manajer, khususnya manager perusahaan jasa, memahami bahwa kualitas kerja berbeda dengan kualitas layanan. Baju yang kita masukkan kebinatu misalnya. Baju yang tadinya kotor menjadi bersih, wangi, dan rapi (kualitas kerja), tetapi konsumen merasa kecewa karena ketika mereka mengambil baju mereka kebinatu, karyawan ditempat tersebut tidak ramah (kualitas layanan).

Sumber :
buku bisnis pengantar (Drs.sunardi, M.Si., Akt. Dan Anita primastiwi, SE., M.Sc.)

3 komentar: