Konsumsi
pangan mentah sebetulnya bukanlah hal yang baru. Masyarakat yunani mengenal
apuratropis (apura berarti makanan mentah). Matematikawan phytagoras menjalani
apuratropis. Pada abad modern kini konsumsi pangan mentah menjadi salah satu
pilihan untuk memperoleh hidup sehat. Menurut Dr Oetjoeng Handajanto, ahli
terapi usus di bandung, jawa barat, “sayuran mentah kaya enzim yang membantu
proses pencernaan dan bermanfaat bagi tubuh.” Alumni fakultas kedokteran
universitas essen, jerman itu menyarankan konsumsi sayur sebaiknya terdiri dari
40% sayuran matang dan 60% mentah. Dr Ellen W Cutler, ahli gizi di amerika
serikat, mengatakan makanan yang kaya enzim disebut sebaga raw food alias pangan mentah.
Makanan
itu bisa berupa makanan mentah atau makanan yang di masak dengan suhu kurang
dari 46C. memasak diatas suhu itu bisa merusak dan memecah enzim yang
terkandung dalam bahan makanan. Bila mengkonsumsi makanan nihil enzim, maka
tubuh memproduksi enzim sendiri untuk mencernanya. Padahal, jika metabolisme
makanan memanfaatkan enzim dari sayuran dan buah mentah, enzim yang diproduksi
tubuh berguna untuk keperluaan lain seperti menjaga daya tahan dan imunitas.
Menurut
Dr Peni Hedi MKM (GZ) ahli diet dijakarta, menyantap sayuran dan buah segar
juga berguna mencegah obesitas bila dibarengi
penggunaan konsumsi kabohidrat. Untuk mengkonsumsi pangan mentah,
oetjoeng kerap mengelola sayuran dalam bentuk salad mentah. Ia merajang beragam
bentuk sayuran seperti asparagus, kacang panjang, mentimun, seledri, dan bayam.
Kemudian ia menambahkan bumbu sesuai selera. “kalau dimakan tradisional mirip
karedok,”kata oetjoeng.
Tradisi
kuliner dimasyarakat sebetulnya telah mengadopsi konsep pangan mentah seperti
budaya mengonsumsi lalapan. Beragam sayuran mentah seperti mentimun, terung,
kol dan daun kemangi menjadi santapan sehari-hari bagi masyarakat. Menurut prof
Dr Ir Made Astawan MS, Guru besar pangan
di departemen ilmu dan teknologi pangan, institute pertanian bogor,
dalam mengkonsumsi makanan mentah harus diperhatikan kebersihan dan cara
budidaya.
Lima rasa
Bahan-bahan
pangan mentah harus terhindar dari mikroba patogen pemicu penyakit. Beberapa
pathogen seperti salmonela dan Escherichia coli, keduanya bakteri penyebab
diare sering mengontaminasi bahan-bahan sayuran mentah. Untuk menghindari
kontaminasi itu astawan menyarankan untuk merebus atau mengkukus terlebih
dahulu sebelum disantap. Atau, “asal sayuran dicuci di air bersih yang
mengalir, maka kebiasaan menyantap lalapan sangat bagus.”
Pada
umumnya sayuran dan buah mentah memiliki kandungan gizi lebih baik ketimbang
olahan. Ketika diolah, kehilangan zat gizi lebih banyak. Wortel rebus misalnya,
kehilangan asam folat sekitar 60%. Memang ada sayuran yang ketika diolah justru
kandungan gizi meningkat. Misalnya kadar likopen pada buah tomat justru
meningkat setelah diolah menjadi jus (116 mkg per g), sup (79,9), saus (62),
dan pasta (1.500). bandingkan dengan kadar likopen tomat segar yang hanya 42
mkg.
Idealnya
konsumsi pangan mentah menyantap sayuran dan buah hasil budidaya organic.
Pekebun sayur organic memnfaatkan pupuk alamiah dan pestisida nabati sehingga
menghasilkan komoditas yang bebas residu kimia dan aman dikonsumsi. Meyantap
sayuran mentah yang terjaga kebersihannya memang menyehatkan. Namun, banyak
kalangan enggan mengkonsumsinya. Padahal
menurut puji purnama, food stylist
didepok jawa barat, bila mampu mengkombinasikan dengan tepat, kelezatan sayuran
mentah tak kalah dibanding makanan olahan. Puji menyebut pada dasarnya makanan
memiliki lima rasa utama: manis, masam, asin, pedas, dan pahit. Jika 5 rasa itu
dikombinasikan, maka makanan mentah pun lebih nikmat dilidah.
Rahasianya,
buat kelima rasa itu menjadi dominan sebagian ketimbang beberapa rasa lainnya.
Misalnya, buat makanan dengan rasa manis, pedas dan asin yang kuat dari bahan
buah dan sayuran tertentu, lalu sedikit rasa asam dan pahit dari buah dan sayur
lain. Buktinya menu tradisional kita dapat menemukan beberapa perpaduan pangan
mentah nan nikmat. Lalapan yang disantap dengan sambal terasi, misalnya rasa sayuran
mentah dipadu sambal pedas asin. Rasanya sungguh menggugah selera.
Ada
pula campuran sambal tomatdengan manga yang asam. Hasilnya, rasa sambal yang
pedas pun berpadu menjadi asam pedas. Harus ingat, tomat, manga, terasi itu pun
harus mentah. Dengan mengonsumsi pangan mentah, kesehatan pun terjaga. Persis
petuah hipokrates, jadikan makanan sebagai obatmu. (majalah sinar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar